Suara Sumatera - Pengusaha Henry Kurnia Adhi alias Jhon LBF buka suara terkait kabar ia suka potong gaji dan melakukan PHK karyawan seenaknya. Hal tersebut dibantah oleh Jhon.
Diketahui, pemilik akun Twitter @septiadp yang mengaku sebagai mantan karyawan Jhon membongkar sifat sang pengusaha. Dilihat dari akun YouTube KH Infotainment, Jhon LBF mengaku sangat memanjakan para karyawannya.
"Kita kalau mau dengar berita yang sebenarnya silahkan boleh tanya saja sama karyawan saya 136 orang yang masih bekerja dan aktif di perusahaan saya. Bagaimana kita memperlakukan karyawan, sangat saya manjakan karyawan di sini," kata Jhon dikutip Selasa (24/1/2023).
Jhon mengklaim semua karyawan dimanjakan tanpa ada perbedaan. Seperti halnya karyawan baru pertama kali kerja diberikan uang saku untuk biaya transportasi.
"Aturan ini tidak dibeda-bedakan, semua karyawan yang baru pertama kali kerja saja, saya langsung tanya satu hal kamu punya ongkos nggak buat operasional?," ujarnya.
Jhon mengaku bukti pengiriman uang kepada karyawan baru dan bahkan untuk menebus ijazah masih ada dan dapat dibuktikan.
"Dan ini ada bukti-bukti kita transfer ke karyawan yang baru sehari masuk kerja. Ada karyawan baru masuk sehari masuk kerja buat nebus ijazah kuliahnya Rp 18 juta kita suppoert," ungkapnya.
"Mau buat nikah Rp 40 juta kita support. Jadi apa ya, pernah jadi karyawan dan ketika saya jadi pengusaha tahu bagaimana di posisi karyawan. Bagaimana saya mau buat zalim dan berbuat jahat sama karyawan. Dan sekali lagi pengusaha tidak akan pernah bisa kerja tanpa karyawan," tegasnya.
Jhon bercerita bahwa mantan karyawan berinsial SDP masuk ke Hive Five pada 2020 dengan memohon-mohon sampai nangis.
"Untuk informasi saja bahwa saudari SDP ini, mantan karyawan saya itu, jujur saya sangat menyayangkan. Kalau saya ngak salah ingat antara September atau Oktober 2020 dia masuk ke perusahan saya memohon-mohon sampai nangis,"
Baca Juga: Widodo Cahyono Putro Berharap Karir Marselino Ferdinan Berkembang di Luar Negeri
Setelah diterima kerja, Jhon mengklaim bahwa SDP tidak dapat melakukan kerjanya sebagai marketing dengan baik karena introvert. Pada 27 Oktober 2022 SDP mengundurkan diri atas kemauan sendiri.
"Ini resign mandiri, alasannya mau buka usaha, kan saya selalu dukung kalau karyawan saya ingin hidupnya berkembang. Mana bisa kita tahan orang mau keluar untuk kehidupan yang lebih baik," katanya.