Residu Pilkades Bikin Bansos Melenceng, KemendesKemensos Satukan Data Desa

Bangun Santoso | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 09 Februari 2026 | 20:21 WIB
Residu Pilkades Bikin Bansos Melenceng, KemendesKemensos Satukan Data Desa
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto. (Suara.com/Lilis)
  • Kemensos dan Kemendes PDT berkolaborasi memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk akurasi bantuan sosial.
  • Kemendes PDT akan menerbitkan keputusan mengenai operator data desa lengkap dengan juklak juknis validasi data.
  • Data hasil pembaruan akan dipublikasikan hingga tingkat RT/RW dan melibatkan Puskesos untuk pelaporan masyarakat.

Suara.com - Kementerian Sosial dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerjasama dalam pembaruan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN, daftar rujukan masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan pemerintah.

Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto mengakui kalau selama ini pemberian bantuan dari pemerintah di tingkat desa banyak yang belum tepat sasaran. Ia menyebutkan kalau kondisi tersebut juga adanya faktor konflik kepentingan dalam pemilihan kepala desa.

“Kita ingin memastikan data di desa itu benar adanya. Karena selama ini ada persoalan serius di tingkat desa yaitu residu pemilihan kepala desa. Di mana masih banyak orang yang berhak mendapatkan bantuan tidak mendapatkan, yang tidak berhak justru mendapatkan,” kata Yandri usai bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Yandri menilai, pembenahan data di tingkat desa menjadi kunci utama untuk memperbaiki persoalan ketidaktepatan sasaran bantuan sosial yang selama ini terjadi. Menurutnya, tantangan utama terletak pada besarnya jumlah desa di Indonesia serta belum solidnya sistem pendataan yang berjalan seragam dari pusat hingga desa.

“Jumlah desa di Indonesia itu sangat banyak, 75.266 desa. Dan ini kalau bergerak masif, semua satu alur, satu komitmen, di mana ada kepala desa, ada PKH, ada pendamping desa, dan nanti dimatangkan di tingkat musyawarah desa, maka data yang keluar di tingkat desa itu benar-benar valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Yandri.

Ia menjelaskan, untuk memastikan validitas data tersebut, Kemendes PDT akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kementerian Sosial melalui kebijakan teknis di internal kementeriannya. Langkah itu dinilai penting agar proses pengumpulan hingga pengesahan data di desa memiliki dasar hukum dan mekanisme yang jelas.

“Kami akan mengeluarkan keputusan Kementerian Desa tentang operator data desa. Lengkap dengan juklak juknisnya, bagaimana data itu di input, kemudian divalidasi, disahkan di tingkat musyawarah desa, kemudian itu menjadi bahan untuk BPS yang seperti kata Pak Mensos tadi dikeluarkan per 3 bulan,” ujarnya.

Yandri menambahkan, kolaborasi antara Kemendes PDT dan Kementerian Sosial ini diharapkan mampu menghadirkan sistem data yang terbuka dan transparan, sehingga meminimalisir praktik manipulasi data di tingkat desa.

Lebih lanjut, ia menyebut keterbukaan data tidak hanya berhenti di level pemerintahan desa, tetapi juga dapat diakses langsung oleh masyarakat hingga tingkat rukun tetangga dan rukun warga.

“Jadi nanti di setiap desa, di kantor desa, bahkan RT RW, data ini akan dipublis, akan dipublikasikan. Apakah masih ada yang tercecer atau ada data yang tidak layak masuk, ternyata masuk. Maka kontribusi masyarakat di desa itu kita akan libatkan secara aktif,” tutur Yandri.

Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada para pemangku kepentingan di daerah. Sosialisasi ini mencakup kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping desa, hingga kepala daerah.

“Nah oleh karena itu tadi kata Pak Mensos, dalam waktu dekat kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala desa, pendamping PKH, pendamping desa, termasuk dengan kepala daerah,” katanya.

Selain fokus pada pembaruan data DTSEN, pemerintah juga akan mengoptimalkan keberadaan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di tingkat desa sebagai sarana pelaporan masyarakat yang belum terdata.

Ia menegaskan, integrasi antara data desa dan Poskesos akan menjadi fondasi penting bagi kebijakan sosial pemerintah ke depan agar berjalan satu pintu dan tepat sasaran.

“Jadi dua kata kunci yaitu data desa dan Puskesos ini, insya Allah bisa menyelesaikan dan mengurai persoalan-persoalan di tingkat desa, dan akan menjadi kebijakan yang satu pintu. Karena kalau data benar, insya Allah kebijakan kita akan benar. Tapi kalau datanya tidak tepat atau kemudian tidak akurat, maka afirmasi atau kebijakan yang lain mungkin tidak akan menjadi tepat,” pungkas Yandri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mata Tua Bersinar Kembali: Kemensos Bagi-Bagi Harapan Lewat Operasi Katarak Gratis di 5 Kabupaten

Mata Tua Bersinar Kembali: Kemensos Bagi-Bagi Harapan Lewat Operasi Katarak Gratis di 5 Kabupaten

News | Senin, 09 Februari 2026 | 19:50 WIB

Wamensos Buka Pelatihan Sekolah Rakyat di Magelang: Siap Cetak Generasi Kaya & Berkarakter Kuat!

Wamensos Buka Pelatihan Sekolah Rakyat di Magelang: Siap Cetak Generasi Kaya & Berkarakter Kuat!

News | Senin, 09 Februari 2026 | 19:39 WIB

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

News | Senin, 09 Februari 2026 | 13:46 WIB

Motor Roda 3 dari Program Atensi Kemensos Bantu Wak Keple Bangkitkan Usaha

Motor Roda 3 dari Program Atensi Kemensos Bantu Wak Keple Bangkitkan Usaha

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 18:04 WIB

BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi

BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2026 | 15:49 WIB

Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online

Panduan Lengkap Cara Daftar Antrian KJP Pasar Jaya 2026 Secara Online

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 07:08 WIB

Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah

Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah

Video | Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:00 WIB

Terkini

2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?

2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB

Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal

Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:54 WIB

3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan

3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:53 WIB

Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026

Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:43 WIB

Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja

Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:37 WIB

Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!

Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:59 WIB

Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran

Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:49 WIB

Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran

Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:36 WIB

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:30 WIB

Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran

Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:27 WIB