Suara Sumatera - Toko belanja online (e-commerce) JD.ID mengumumkan bakal menyetop menerima pesanan mulai 15 Februari 2023. Sementara, perusahaan akan menutup total usahanya pada 31 Maret 2023 mendatang.
Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID, Setya Yudha Indraswara menyatakan adalah keputusan strategis dari JD.COM untuk berkembang di pasar internasional.
"Dengan fokus pada pembangunan jaringan rantai pasok lintas-negara, dengan logistik dan pergudangan sebagai intinya," katanya melalui keterangan resmi melansir suara.com.
Sebelum berhenti beroperasi, JD.ID diketahui sudah melakukan PHK massal kepada ratusan karyawan mereka. Langkah ini diperlukan guna memastikan kelangsungan bisnis di mas depan.
Kabar itu tentu saja mengagetkan publik, terutama pelanggan setianya. Akun resmi instagram JD. ID lantas diserbu publik. Beragam komentar pun disampaikan. Ada yang sedih dan juga berterima kasih kepada JD.ID.
"Sudah 5 tahun langganan di jd.id dan gak pernah kecewa. Plissss bertahanlah jd.id. Aku sekarang bingung kalau belanja harus di banyak toko padahal tadinya one stop shopping di jd.id," tulis nitizen.
"Huhuhuhu padahal andalan banget buat belanja bulanan, udah 2 tahun langganan belanja di jd.id. Giliran udah nyaman, malah mau ditinggal," tulis nitizen lainnya.
"Bye bye jd.id, terimakasih telah memudahkan aku belanja bulanan selama ini, service nya gak pernah mengecewakan, packing dan pengantarannya ok banget banget, entah lah belum nemu penggantimu," kata nitizen.
"Terima kasih telah menjadi aplikasi andalan 7 tahun terakhir ini," ucap nitizen.