Suara Sumatera - Gempa bumi mengguncang Turki menewaskan ribuan warganya pada Senin (6/2/2023). Seiring dengan itu, banyak kabar terkait bencana tersebut.
Baru-baru ini, akibat gempa tersebut pembangkit nuklir di Turki dinarasikan meledak.
Kabar itu disebar sebuah akun Twitter bernama Rumor Flezy dengan narasinya sebagai berikut:
“BREAKING: Pembangkit nuklir Turki terbakar. Ledakan besar telah terjadi. Seluruh dunia dalam bahaya. Bahan radioaktif dihilangkan dari pabrik dengan menular. Pergi. #PrayForTurkey #TurkeyEarthquake #turkeyearthquake2023 @Turkey #TurkeyQuake #FreeNnamdiKanu # BiafraExit,” demikian dikutip Jumat (10/2/2023).
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, tidak ada hubungan ledakan yang dinarasikan ledakan nuklir dengan gempa Turki.
Faktanya, rekaman yang dibagikan adalah video ledakan gudang di Tianjin, China pada tahun 2015.
Salah satu sumber video identik dengan konteks yang BENAR, BBC News pada 14 Agustus 2015: “Footage of two massive explosions in the Chinese city of Tianjin, taken by a stunned eyewitness, captured the fear and terror of those who saw what happened. Dozens of people died and hundreds were injured when a warehouse owned by a company specialising in handling hazardous goods caught fire and exploded. City officials say they still did not know what materials were at the warehouse at the time of the fire, or what caused the blasts. Eyewitness Dan van Duren filmed the moment of the explosions, before he and others fled to avoid the danger.”
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, rekaman yang dibagikan adalah video ledakan gudang di Tianjin, Tiongkok pada 2015 silam, bukan akibat gempa di Turki.
Baca Juga: Fakta Terbaru Gempa Turki: Korban Jiwa Tembus 12 Ribu Orang, Kantong Jenazah Langka di Suriah
Dengan demikian, kabar yang menarasikan ada ledakan nuklir di Turki akibat gempa masuk kategori konteks yang salah.