Suara Sumatera - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh melakukan kunjungan pada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, akhir pekan lalu. Pertemuan kedua tokoh politik ini menjadi sorotan banyak pihak, bahkan banyak pula yang mengungkapkan jika pertemuan itu menegaskan pada dukungan Anies Baswedan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Perjanjian politik Anies dengan Prabowo yang ramai dibicarakan awal 2023 bukan polemik berkepanjangan karena masing-masing ketum partai bersepakat untuk tidak sepakat.
Peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, melihat kedatangan Paloh bertemu Prabowo di Hambalang seolah seperti mediator.
Pernyataan Prabowo selepas pertemuan yang menyatakan siap melawan Anies pada Pilpres 2024 menegaskan jika tidak ada lagi friksi antara Gerindra dengan eks Gubernur DKI.
"Ya saya pikir kedatangan Paloh memang berusaha menjadi mediator babak baru kompetisi 2024 mendatang," katanya di Jakarta, Selasa (7/3/2023).
Pertemuan dua jam yang tidak diselingi dengan agenda berkuda bersama menyepakati kedua parpol walaupun beda pilihan tetap menjalin komunikasi dan berkomitmen membangun iklim politik sejuk.
Kunjungan Paloh dianggap sebagai silaturahmi balasan kepada Prabowo yang pernah mengunjunginya di Nasdem Tower, Jakarta, pada 1 Juni 2022.
Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan adanya upaya menyatukan dukungan dalam pertemuan Paloh-Prabowo. Namun masing-masing partai pendukung pemerintah memilih pada jalurnya masing-masing menghadapi Pemilu 2024.
"Kedua partai sepakat untuk membangun iklim yang sejuk dalam berkompetisi dalam pileg maupun Pilpres 2024, walaupun masing-masing berlainan koalisi," kata Dasco menegaskan hasil pertemuan Paloh-Prabowo.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi