Suara Sumatera - Warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Mulyadi disebutkan sudah setahun hilang oleh pihak keluarga. Mulyadi termasuk salah satu dari korban dukun pengganda uang Mbah Slamet di Jawa Tengah.
Pihak kepolisian terus melakukan identifikasi terhadap 12 jasad yang sudah ditemukan dalam kasus pembunuhan dukun pengganda uang asal desa Balun, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Hingga kini sudah dua jasad yang berhasil diidentifikasi dimana yang pertama merupakan Paryanto (53) asal Sukabumi dikubur di liang nomor 1, dan keduanya ialah Mulyadi warga Lorong Bakti, Siring Agung, Palembang, yang telah hilang satu tahun terakhir.
Jasad Mulyadi ditemukan berada pada liang nomor 5 bersama dengan satu jasad lain merupakan perempuan yang diduga adalah kekasih dari Mulyadi.
“Ada sepasang kekasih asal Palembang atas nama Mulyadi dan pacarnya dikubur di liang yang sama,” ujar Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di kantornya,Kota Semarang, Rabu (5/4/2023).
Selain dua mayat yang sudah terindentifikasi atas nama Paryanto dan Mulyadi, sembilan mayat belum terindentifikasi.
Polisi sejauh ini hanya mendeteksi sembilan mayat sisanya yakni enam laki-laki umur 40-50 tahun dan tiga perempuan umur 25-35 tahun
Nama Slamet Tohari alias Mbah Slamet (45), sorang pria yang mengaku sebagai dukun khusus pengganda uang yang menjadi pembicaraan publik, Hingga kekinian hasil penyelidikan pihak kepolisian diketahui Dukun Mbah Slamet itu sudah melakukan pembunuhan terhadap 12 orang.
Para korban dikubur pada areal perkebunan milik Mbah Slamet di perbukitan dekat hutan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Baca Juga: Hasil NBA: Kembali ke Performa Terbaik, LeBron James Antar Lakers Menang Tipis Lawan Jazz
“Pada awal pengungkapan, kami menemukan satu jenazah. Kemudian pada hari kedua sembilan jenazah. Lalu hari ini ada dua jenazah, yaitu laki-laki dan perempuan,” kata AKBP Hendri Yulianto di Banjarnegara, Selasa (4/4/2023) sore.
Adi Hidayat, adik Mulyadi mengaku sang kakak terakhir kali diketahui pergi menuju Desa Balun lokasi yang sama dengan ke 12 jasad korban dari Mbah Slamet. Mulyadi dinyatakan hilang sejak Oktober 2021 sehingga membuat keluarga korban memiliki dugaan kuat Mulyadi menjadi korban.
“Ya sudah hilang satu tahun,” ungkap Adi Hidayat, Selasa (04/04).
Hingga kini Adi Hidayat yang sudah berada di Desa Balun, Banjarnegara, berharap besar ada titik terang dari menghilangnya Mulyadi.