Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 16 Februari 2026 | 09:10 WIB
Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?
Ilustrasi. Foto udara proyek reklamasi saat penyegelan kawasan PT. Alngit Raya di Desa Wailukum, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Kamis (9/10/2025). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/nym]
baca 10 detik
  • RI beri konsesi energi ke perusahaan afiliasi Israel di tengah isu Palestina.
  • Proyek panas bumi menambah beban kerusakan hutan dan pesisir di Pulau Halmahera.
  • Ambisi Net Zero Emission 2060 picu masuknya modal yang berisiko secara politis.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan memberikan izin konsesi panas bumi di Pulau Halmahera kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan sistem ekonomi Israel.

Pada 8 Januari 2026, Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu resmi diserahkan kepada PT Ormat Geothermal Indonesia sebut unggahan akun Instagram @middleeastmonitor.

Proyek ini disebut sebagai bagian dari ambisi nasional menuju Net Zero Emission 2060. Meski transisi dari batubara ke energi bersih adalah keharusan, urgensi tersebut kini menyisakan pertanyaan besar terkait konsistensi politik luar negeri dan perlindungan lingkungan.

PT Ormat Geothermal Indonesia dikendalikan oleh Ormat Technologies, raksasa energi yang dibangun di atas fondasi teknik, manufaktur, dan jaringan modal Israel. Masuknya investasi ini berarti aliran pendapatan dan aliansi teknologi akan bersirkulasi dalam sistem ekonomi tersebut.

Secara politis, langkah ini dipandang melemahkan posisi tawar Indonesia saat menyuarakan isu Palestina. Keterlibatan ekonomi dalam skala ini membawa pesan politik yang sulit dibantah: ada celah antara retorika diplomatik dan realita investasi.

Bukan hanya soal diplomasi, ekosistem Halmahera kini berada dalam risiko ganda. Pulau yang masih memiliki kawasan hutan luas ini tengah dihantam permintaan global yang masif. Salah satunya menjadi tambang nikel raksasa untuk pengolahan baterai kendaraan listrik, dimana investornya rata-rata berasal dari China.

Disisi lain modal Jepang dan Korsel dalam pendanaan smelter dan pembangkit listrik captive terus mengalir untuk mengamankan akses mineral.

Kehadiran konsesi panas bumi Ormat menambah jejak industri jangka panjang di atas ekosistem yang sudah jenuh. Deforestasi yang dipercepat dan tekanan terhadap wilayah pesisir kini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat lokal yang dipaksa beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang drastis.

Indonesia kini berada di persimpangan: mengejar target energi bersih dengan menabrak prinsip politik, atau tetap konsisten menjaga marwah diplomasi sekaligus kelestarian lingkungan terakhir di Timur Indonesia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

IHT Disebut Kunci Prabowonomics, Mampukah Dongkrak Target Ekonomi 8%?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 19:33 WIB

Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?

Profil PT Ormat Geothermal Indonesia, Benarkah Perusahaan Asal Israel?

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2026 | 19:24 WIB

Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik

Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 18:58 WIB

Terkini

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 WIB

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

×