Suara Sumatera - Pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda turut memberikan pandangannya soal polemik konser Coldplay yang dikaitkan dengan isu LGBT.
Abu Janda mengatakan tidak tepat jika kedatangan band asal Inggris itu disambut dengan penolakan hanya karena pro LGBT.
"Jangan dikit-dikit didemoin, jangan dikit-dikit digerudukin. Kesannya bangsa kita nih maaf nih kesannya malah agak primitif dan terbelakang," katanya dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, dilihat Rabu (17/5/2023).
"Malulah kita sama Saudi malu sama Qatar yang udah duluan Islam mereka aja santuy," sambungnya.
Dirinya menyampaikan polemik ini adalah cukup dengan membuat kesepakatan dengan penyelenggara acara agar tidak ada kampanye LGBT.
"Sekarang kita balik ke Coldplay, solusinya cukup EO nya bikin kesepakatan sama Coldplay, selama di Jakarta tidak boleh kampanye LGBT. Selama di Jakarta tidak boleh kibarkan bendera pelangi di panggung selesai," ungkapnya.
"Kutuk perbuatannya haramkan perilakunya tapi jangan benci orangnya jangan langgar hak asasinya," cetusnya.
Sebelumnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak pemerintah untuk menolak konser Coldplay di Indonesia. Mereka mengatakan Coldpaly membawa nilai-nilai pro-LGBT dan ateisme.
PA 212 mendesak pemerintah untuk membatalkan konser Coldplay. Mereka juga mengancam akan mengadakan demo besar-besaran bila Coldplay tetap tampil di Indonesia.
Baca Juga: Gugat Cerai Istri, Desta Ternyata Dulu Tak Direstui Ibunda Natasha Rizki: Disekap Tak Boleh Bertemu!