Suara Sumatera - Viral video yang dinarasikan Wali Kota Medan Bobby Nasution beda sikap terhadap bendera Golkar dan PDIP. Belakangan bendera kuning itu bukan milik Golkar, melainkan bendera AMPI.
Menantu Presiden Joko Widodo ini menyampaikan jika video pencabutan bendera itu merupakan hoaks alias bohong.
"Yah ngapain ditanggepin itu hoaks ya. Saya gak tahu apa maksud tujuannya," kata Bobby dalam video yang diunggah akun TikTok @arahpolitikcom, dikutip Rabu (21/6/2023).
Bobby menyampaikan bahwa video penertiban bendera berwarna kuning itu terjadi pada tahun 2022 silam.
"Sudah jelas penertiban itu ada pada tahun 2022. Sudah jelas ada di media sosial, sekarang jejak digital gak bisa dibohongin, kapan itu pertama kali tayang video itu, disambung-sambungin dengan beda sikap saya sebagai kadernya partai PDI Perjuangan," ungkapnya.
Sembari tersenyum, Bobby juga bertanya apakah penyebaran berita hoax bisa masuk ranah pidana atau tidak.
"Itu jelas-jelas hoaks, itu artinya.....masuk pidana," jelas Bobby.
Diberitakan, video yang menunjukkan pencabutan bendera berwarna kuning viral di media sosial.
Dilihat dari unggahan akun instagram @medanheadlines.news, tampak bendera itu terpasang di seputaran jalan di Medan, dicabut oleh sejumlah orang.
Baca Juga: Hasil RUPS PT LIB: Dua Mantan Menteri Jabat Komisaris
Dalam video juga terlihat Wali Kota Medan Bobby Nasution berada dalam mobil melihat proses pencabutan bendera warna kuning tersebut.
Pengunggah video seolah ingin menunjukkan adanya 'pilih kasih' dengan membandingkan bendera partai warna merah yang tidak dicabut.
Dalam narasinya pengunggah video menyebutkan pencabutan bendera kuning terjadi di seputaran Jalan Sudirman Medan dengan alasan estetika.