Suara Sumatera - Beredar kabar yang menyatakan Yenny Wahid mengajak seluruh anak yatim untuk mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Narasi tersebut dibagikan sebuah kanal YouTube bernama LINTAS OPINI belum lama ini. Pengunggah menyematkan narasi sebagai berikut:
“Live Malam ini !! Sungguh diluar dugaan, Yenny Wahid ajak seluruh anak yatim pilih Anies di 2024”
Lantas benarkah Yenny Wahid mengajak seluruh anak yatim pilih Anies Baswedan?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, tidak ada informasi yang menyatakan Yenny Wahid mengajak seluruh anak yatim untuk mendukung Anies Baswedan.
Faktanya, beberapa cuplikan dalam video merupakan wawancara dengan berbagai tokoh yang diambil pada momen Harlah 1 Abad NU.
Hal tersebut dapat diketahui dari cuplikan video wawancara Ustaz Erick Yusuf yang mengajak seluruh warga NU untuk “putihkan” dan datang untuk memeriahkan acara Harlah 1 Abad NU.
Selain itu, narasi pada video tidak menjelaskan ajakan Yenny Wahid seperti yang tertulis pada klaim video. Narasi yang dibacakan dalam video merupakan artikel yang diunggah Suara, dengan judul “Yenny Wahid Mendapat Dukungan Kuat sebagai Cawapres Anies Baswedan dalam Pemilihan 2024.”
Dalam artikel yang diunggah pada 30 Juni 2023 tersebut berisi tentang pendapat Ujang Komarudin, seorang pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, yang menganggap Yenny Wahid semakin mencuri perhatian sebagai figur alternatif dalam kancah politik menjelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Sebut Cawe-cawe Bikin Ruwet Pilpres, Andi Arief: Siapa Golden Boy Jokowi Sesungguhnya
Ia menyoroti bahwa Yenny Wahid dapat menjadi sosok alternatif yang dapat merepresentasikan perempuan dalam jajaran cawapres.
KESIMPULAN
Berdasarkan keterangan di atas, video dengan klaim menyebut Yenny Wahid mengajak seluruh anak yatim untuk mendukung Anies Baswedan merupakan hoaks.
Nyatanya, narasi dalam video berisi tentang Yenny Wahid yang semakin mencuri perhatian sebagai figur alternatif dalam kancah politik menjelang Pemilu 2024.
Dengan demikian, video yang dibagikan kanal YouTube bernama LINTAS OPINI masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.