Suara Sumatera - Perayaan HUT Republik Indonesia (RI) di Palembang, Sumatera Selatan tidak meriah tanpa kuliner khas. Salah satu kuliner yang terkenal di Palembang setiap menyambut HUT RI, ialah telok abang.
Selain telok abang, ternyata ada telok (telur) lainnya yang terkenal di Palembang setiap bulan agustusan, yakni telok ukan.
Nama telok ukan sendiri ternyata ialah singkatan. Budaya Palembang, Hibbani mengungkapkan jika telok ukan berasal dari singkatan yang berupa pertanyaan, apakah itu telor atau bukan.
"Nama telok ukan, berasal dari singkatan yang menanyakan apakah itu telok atau bukan, jadi dikenal telok ukan," ujarnya di media sosial miliknya.
Kekinian telok ukan banyak hadir bersamaan dengan telok abang yang dijual di salah satu jalan protokol Palembang, jalan Merdeka.
Telok Ukan sendiri ialah telur bebek, yang kemudian diolah menjadi adogan mirip srikaya yang kemudian adogan tersebut dimasukkan kembali ke bagian dalam cangkang.
Teluk ukan tersebut kemudian ditutup dengan gabus. Ketika memakannya telok ukan akan lebih beroma pandan yang muncul dari sari pandan yang dicampur bersama adonan.
Sementara saat memakannya, juga bisa dicampur dengan nasi, bongkol atau hanya dimakan dengan gula.
"Tutupan gabus, membuat adonan cair yang sebelum dimasak tidak tumpah, atau keluar dari rangka telor," sambung ia.
Baca Juga: Terungkap Nama Asli Bella Bonita dari Undangan Ngunduh Mantu Denny Caknan
Hibbani mengungkapkan jika pada masa dahulu telok Ukan dikaitkan dengan mitos pengantin perempuan.
"Telok ini biasanya diberikan kepada pengantin perempuan yang tengah dipingit sebelum menikah," ujarnya.