Suara Sumatera - Seorang pelajar SMP di Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut), telah berbulan-bulan tidak ditemukan. Pelajar berusia 15 tahun itu disebut dilarikan mantan selingkuhan ibunya MMA alias Amin (33).
Seorang pria disebut ayah korban berinisial AD (30) lalu membuat video meminta bantuan kepada Presiden Jokowi dan Kapolri.
Video ini lalu viral di media sosial usai diunggah oleh akun Tiktok @adi.bangsawan. Dalam video AD menceritakan bahwa putrinya dilarikan sejak bulan Januari 2023.
"Anak saya sudah 8 bulan disekapnya. Mohon bantuan Pak Presiden Jokowi, Pak Kapolri saya sudah melapor ke Polres Tebing Tinggi pada Januari 2023. Saya mohon ditangkap segera dia pak, saya gak tahu keberadaan anak saya sekarang hidup atau mati pak," katanya melansir suarasumut.id, Jumat (8/9/2023).
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tebing Tinggi AKP Agus Arianto mengatakan sampai saat ini polisi masih mencari-cari keberadaan MMA, pria yang disebut melarikan korban.
"Sampai saat ini polisi masih memburu pelaku, dan telah menetapkan statusnya daftar pencarian orang (DPO)," cetusnya.
Dari pemeriksaan, kata Agus, peristiwa bermula pada Sabtu 28 Januari 2023 sekira pukul 20.00 WIB. Kala itu korban sedang berada di rumah bersama dengan neneknya R (61). Di situ korban bercerita berniat hendak kabur dengan MMA.
"Korban mengatakan kepada saksi (neneknya) jika dirinya mau lari dari rumah bersama Amin. Korban sempat mengajak saksi untuk ikut, namun saksi hanya menjawab tidak mau sambil berlalu pergi tidur," jelasnya.
Dari keterangan nenek korban, sekira pukul 20.30 WIB korban keluar dari kamar dan pergi meninggalkan rumah melalui pintu belakang. Sang nenek mendengar suara pagar seng berbunyi.
Baca Juga: Orangtua Ngakak Tahu Arie Kriting Tak Direstui Ibu Indah Permatasari Gegara Dituding Main Dukun
"Neneknya langsung keluar dari kamar dan melihat pintu belakang rumah sudah terbuka. Dia langsung ke kamar dan melihat korban sudah tidak ada," ungkapnya.
"Ia kemudian menghubungi orang tua selaku pelapor lalu menceritakan kejadian itu. Pelapor pulang dan melihat korban sudah tidak ada berada di rumah," kata Agus.
Saat itu ayah korban bersama keluarganya mencari keberadaan anaknya, namun tidak ditemukan.
Pada Minggu 29 Januari 2023, sang ayah mendapat telepon
dari istrinya yang bekerja di luar negeri (Singapura).
Sang istri mengaku mendapat pesan WhatsApp dari mantan selingkuhannya yang menyatakan korban ada bersama dengan pelaku.
"Pada 31 Januari 2023 pihak keluarga korban sepakat melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tebing Tinggi," ungkapnya.
Korban sempat pulang pada 3 Februari 2023. Dengan didampingi orang tuanya, penyidik menginterogasi korban namun belum bersedia dimintai keterangan.