Sukarno Menolak Suharto Jadi KSAD, Lebih Pilih Ahmad Yani karena Alasan Ini

Suara Sumatera | Suara.com

Selasa, 03 Oktober 2023 | 15:43 WIB
Sukarno Menolak Suharto Jadi KSAD, Lebih Pilih Ahmad Yani karena Alasan Ini
Ilustrasi Sukarno, Suharto dan Ahmad Yani. Sukarno memilih Ahmad Yani sebagai KSAD daripada Suharto (Wikipedia)

Presiden Sukarno pernah menolak Suharto menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Cerita penolakan ini tertuang dalam buku berjudul Catatan Jenderal Pranoto Reksosamodra.

Di tahun 1962, KSAD Jenderal AH Nasution diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KSAB) oleh Presiden Sukarno. 

Nasution harus melepas jabatannya sebaga KSAD. Nasution mengusulkan calon tunggal sebagai KSAD yaitu Mayjen Suharto ke Presiden Sukarno.

Menurut Jenderal Pranoto Reskosamodra, pencalonan Suharto sebagai calon tunggal KSAD bertujuan politik. Nasution kala itu dikenal sebagai jenderal penentang Sukarno. 

Nasution butuh dukungan dari Suharto dan komplotannya untuk menentang kebijakan politik Sukarno yang dinilai pro komunis.  

Melihat hanya satu orang calon KSAD, Presiden Sukarno marah. Pemimpin Besar Revolusi tak terima mengapa hanya Suharto yang diajukan Nasution sebagai KSAD. 

Padahal saat itu masih banyak perwira senior di lingkungan Angkatan Darat. Maka Sukarno mengembalikan usulan Nasution. 

Sukarno meminta Nasution mengajukan beberapa nama sebagai calon KSAD. Keesokan harinya, Nasution kembali menghadap Sukarno. 

Ia mengajukan empat nama sebagai calon KSAD. Empat orang itu adalah Letjen Gatot Subroto, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat; Mayjen Sudirman, Komandan Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat. 

Lalu ada Mayjen Soeharto, Panglima Kostrad yang juga Panglima Mandala. Terakhir adalah Mayjen Ahmad Yani, Kepala Staf Komando Tertinggi (KOTI). Presiden Sukarno menilai satu per satu calon KSAD. 

“Dia orang tua, tingkah lakunya kasar akan tetapi hatinya emas,” ujar Sukarno menilai Gatot Subroto. 

“Dia orang baik dan dia itu terlalu merasa dekat dengan Tuhan,” kata Sukarno menilai Sudirman. 

Lalu Sukarno menilai sosok Suharto.

“Perwira ini tidak mengenal psikologi bawahan. Jangankan psikologi rakyat, psikologi prajurit saja kurang mengerti. Kepala batu. Lebih baik dia bertugas di lapangan saja,” kata Sukarno.

Sementara Sukarno menilai Ahmad Yani sebagai sosok yang cerdas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah National Boyfriend Day 3 Oktober, Diperingati untuk Beri Servis ke Pasangan

Sejarah National Boyfriend Day 3 Oktober, Diperingati untuk Beri Servis ke Pasangan

Lifestyle | Selasa, 03 Oktober 2023 | 07:34 WIB

Akmal Malik Jadi Pj Gubernur Kaltim, Pengamat Politik: Paling Paham Soal Pemerintahan

Akmal Malik Jadi Pj Gubernur Kaltim, Pengamat Politik: Paling Paham Soal Pemerintahan

Kaltim | Senin, 02 Oktober 2023 | 20:38 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional, Dimulai Era Soeharto hingga Alasan Dirayakan Setiap Tanggal 2 Oktober

Sejarah Hari Batik Nasional, Dimulai Era Soeharto hingga Alasan Dirayakan Setiap Tanggal 2 Oktober

Lifestyle | Senin, 02 Oktober 2023 | 06:00 WIB

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Di Jatim Menang Telak, Prabowo-Anies Terkapar

Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Di Jatim Menang Telak, Prabowo-Anies Terkapar

Kotak Suara | Senin, 02 Oktober 2023 | 05:05 WIB

Dibanding Erick Thohir, Mayoritas Warga NU Cenderung Pilih Ridwan Kamil Jadi Cawapres

Dibanding Erick Thohir, Mayoritas Warga NU Cenderung Pilih Ridwan Kamil Jadi Cawapres

News | Minggu, 01 Oktober 2023 | 20:23 WIB

Terkini

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:49 WIB

Plafon Rp25-50 Juta Jadi Favorit UMKM di Makassar, BRI Catatkan Tren Positif di Awal 2026

Plafon Rp25-50 Juta Jadi Favorit UMKM di Makassar, BRI Catatkan Tren Positif di Awal 2026

Bri | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:47 WIB

Dana Rp62 Miliar Dikucurkan untuk Program Beasiswa Mahasiswa di Riau

Dana Rp62 Miliar Dikucurkan untuk Program Beasiswa Mahasiswa di Riau

Riau | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:43 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:41 WIB

Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling

Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:39 WIB

Membaca di Era Digital: Masih Penting atau Mulai Dilupakan?

Membaca di Era Digital: Masih Penting atau Mulai Dilupakan?

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:35 WIB

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:33 WIB

Mengapa Perjalanan 20 Hari Para Biksu Ini Jadi Sorotan Dunia?

Mengapa Perjalanan 20 Hari Para Biksu Ini Jadi Sorotan Dunia?

Bali | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:28 WIB

Akun IG Diretas Sindikat Sulawesi hingga Makan Korban, Ahmad Dhani Buka Suara

Akun IG Diretas Sindikat Sulawesi hingga Makan Korban, Ahmad Dhani Buka Suara

Video | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kinerja Gubernur Memprihatinkan, Sejumlah Tokoh Kaltim Bakal Bertemu Prabowo

Kinerja Gubernur Memprihatinkan, Sejumlah Tokoh Kaltim Bakal Bertemu Prabowo

Kaltim | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:27 WIB