SuaraSumedang.Id - Kronologi tewasnya Brigadir J kini mulai terungkap usai adanya penyelidikan mendalam oleh petugas.
Belum lama ini, informasi mengenai peristiwa penembakan terhadap Brigadir J diungkapkan oleh pengacara Bharada E, M. Burhanuddin.
Dilansir dari Suara.com, Pengacara Bharada E, M. Burhanuddin mengungkapkan, detik-detik sebelum penembakan Brigadir J.
Ferdy Sambo saat itu tengah berada di TKP memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J dalam posisi jongkok.
Pada saat di TKP, mereka berempat sudah di dalam dan Ricky disuruh panggil Yosua. Begitu masuk di TKP, kemudian disuruh jongkok (Brigadir J). Informasi dari Bharada E yang suruh brigadir J jongkok adalah si bosnya, ya seorang atasannya di sana (Ferdy Sambo)," kata Burhanuddin.
Jadi, dia menyebutkan, yang berada di dalam tempat kejadian itu termasuk Brigadir J, dan yang lainnya saat ini sudah jadi tersangka semua.
Namun, Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo pada saat kejadian tersebut berada di dalam, tetapi bukan di tempat kejadian melainkan berada di dalam kamar.
Burhanuddin menambahkan, dari informasi yang didapat di dalam tempat kejadian itu, ada Ferdy Sambo, Ricky, Bharada E, dan almarhum Yosua.
Selanjutnya, ketika disinggung apakah Brigadir J dieksekusi saat jongkok. Pengacara Bharada E mengatakan, sebelum dieksekusi, rambut Brigadir J sempat dipegang, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak Brigadir J.
"Katanya (Bharada E), diapakan dulu rambutnya (Brigadir J) gitu, lalu Bharada E diperintahkan untuk menembak. Woy tembak, tembak, tembak gitu," ujar Burhanuddin.
Kemudian, saat ditanya siapa yang pegang rambut Brigadir J, Burhanudin mengatakan si bosnya (Ferdy Sambo), yang pegang rambutnya Brigadir J, dengan pengertian rambut Brigadir Yosua dijambak.
Namun, ia pun menegaskan untuk proses selanjutnya tidak diceritakan lagi oleh Bharada E.
Burhanuddin menambahkan, pelaku yang menembak sudah dituangkan di BAP, dan saat ini tengah dalam penyelidikan pada saksi satu lagi.
Ia juga berasumsi jika sudah dapat keterangan dari saksi satu lagi, bisa jadi nantinya dapat ketahuan yang menembak itu satu orang atau dua orang.
Disebutkan, sementara ini yang dipublish penembakan Brigadir J hanya satu orang, yakni Bharada E, dan hal itu menurut pengakuan kliennya yang menjadi penembak pertama.