Penelitian ini didasarkan pada survei, dengan 13.711 peserta asli kemudian dipersempit menjadi 11.207 tanpa diagnosis penyakit kardiovaskular sebelumnya.
Bukti pada kedua kelompok menunjukkan bahwa pria yang menggunakan vape dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi, 2,2 kali lebih mungkin dalam ukuran sampel yang lebih besar, dan 2,4 kali lebih mungkin pada sampel tanpa penyakit kardiovaskular.