SuaraSumedang.id - Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Adang mengatakan, telah mengantongi peta rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menyusul cuaca kemarau di Kabupaten Sumedang, pihaknya mengimbau masyarakat di sekitar hutan untuk tidak melakukan pembakaran sampai atau membuka lahan dengan membakarnya.
Pasalnya, patut diwaspadai jelang kondisi kemarau yang merupakan waktu cukup rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Adapun untuk daerah-daerah rawan Karhutla tersebut berada di timur dan selatan, seperti Kecamatan Ujungjaya hingga Kecamatan Sumedang Selatan.
"Karhutla di Sumedang harus diwaspadai mulai dari wilayah timur Sumedang mulai dari Kecamatan Ujungjaya, Conggeang, Jatigede, sebagian Buah Dua, dan juga di wilayah selatan, seperti Kecamatan Sumedang Selatan," kata Adang, dikutip dari laman Sumedangkab.go.id.
Adang pun mengatakan, saat ini tengah mempersiapkan surat edaran terkait kesiapsiagaan dini untuk pemerintahan kecamatan dan desa yang berpotensi terjadi Karhutla.
"Kami juga secara manual membuat sekat api. Kami gunakan parang dan cangkul untuk membuat sekat itu. Seperti yang sudah kami buat di Gunung Palasari, yang notabene sering terjadi Karhutla," ucapnya.
Ia menjelaskan, sekat yang dibuat sudah sejauh 2 kilometer dengan lebar 2,3 hingga 3 meter.
Tak hanya itu, pembuatan sekat di daerah lain juga akan ditinjau dari prioritasnya.
Baca Juga: Penting untuk Dilakukan! Ini Cara Sederhana Mengatur Pola Hidup Sehat
Lebih lanjut, Anda mengatakan, jika suatu daerah mendesak untuk dibuatkan sekat api, maka BPBD segera memprioritaskan.
"Kami juga intensif memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar hutan, jangan melakukan pembakaran karena dapat memicu kebakaran hutan."
"Kami juga menggandeng pihak lain untuk bekerja sama di antaranya Patriot Desa Jawa Barat," ucapnya.
BPBD Kabupaten Sumedang pun melakukan pemetaan lokasi rawan Karhutla di lembah Kancah Nangkub Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara.
Ia mengimbau kepada para petani yang menggarap lahan tersebut agar tidak membuka lahan dengan melakukan pembakaran.
"Kami bekerjasama dengan masyarakat dan Patriot Desa membuat sekat bakar untuk mengurangi resiko kebakaran. Tidak bosan kami mengajak untuk menjaga alam ini. Tingkatkan budaya sadar bencana, agar kita siap untuk selamat," kata Adang.