SuaraSumedang.Id - Lele bagi sebagian orang mungkin menjadi jenis ikan yang tidak disukai.
Bukan tanpa alasan, sebagian orang menilai bahwa ternak lele banyak dilakukan dengan cara yang jorok karena diternak di septic tank atau pun kolam kotoran.
Namun, tidak sedikit juga olahan lele yang menjadi favorit seperti, pecel lele, lele goreng dan lainnya.
Lalu, bagaimana cara ternak lele yang sehat dikonsumsi? Dilansir dari Suara.com, Minggu(28/8/2022) berikut ulasannya.
1. Siapkan Kolam yang Sesuai
Kolam yang sesuai adalah cara tepat untuk ternak lele agar sehat dikonsumsi.
Anda dapat menggunakan kolam tanah, kolam semen, atau kolam buatan yang memanfaatkan terpal plastik.
Pastikan kolam tersebut memiliki ukuran yang cukup luas dan dalam agar lele tidak cepat mati karena kekurangan oksigen.
Sebab, masih banyak peternak yang memilih kolam dangkal untuk membudidaya lele.
Setelah menyiapkan kolam yang juga sudah terisi air (ideal ketinggiannya 100-120 cm) tunggu beberapa hari sebelum memasukkan bibit ikan lele agar lumut yang terdapat pada kolam mulai terbentuk.
Diketahui, lumut dan fitoplankton berfungsi agar air tidak cepat keruh. Umumnya perlu waktu sekitar 3–7 hari agar lumut dapat terbentuk dengan sempurna dan siap menjadi tempat hidup lele
2. Pilih Bibit Lele yang Unggul
Bibit berkualitas baik tentu dapat menghasilkan lele yang berwarna terang serta aktif dan gesit saat diberi makan.
Anda juga perlu memperhatikan ukuran bibit lele. Ukuran bibit yang baik mencapai 5-7 cm.
Ciri-ciri bibit yang sehat selain lincah adalah tidak terdapat luka di permukaan tubuhnya, bebas dari penyakit hingga gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan lele pada arus air.