- Presiden Prabowo kembali ke Jakarta pada 30 Mei 2026 setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis.
- Agenda tersebut mencakup pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara di masa depan.
- Kunjungan ini menghasilkan peluncuran dewan bisnis dan empat kesepakatan komersial senilai USD 3,5 miliar di berbagai sektor strategis.
Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Tanah Air pada Sabtu, 30 Mei 2026, usai menyelesaikan rangkaian kunjungan resmi kenegaraan di Paris, Republik Prancis.
Ketibaan Presiden Prabowo menandai berakhirnya agenda diplomasi tingkat tinggi terkait hubungan bilateral Indonesia dan Prancis di berbagai bidang strategis.
Pesawat yang membawa Kepala Negara bersama rombongan terbatas mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB.
Setibanya di Jakarta, Presiden Prabowo disambut oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Selama berada di Paris, Prabowo menjalani sejumlah agenda penting dalam rangka memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis.
Salah satunya menghadiri upacara penyambutan resmi kenegaraan yang berlangsung di kompleks Les Invalides, Paris, sebagai bentuk penghormatan resmi dari Pemerintah Prancis kepada Kepala Negara Indonesia.
Selain itu, Prabowo juga menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas berbagai isu strategis serta peluang peningkatan kerja sama di sejumlah sektor yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.
Sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi kedua negara, Presiden Prabowo bersama Presiden Macron turut menghadiri peluncuran France–Indonesia High Level Business Council. Forum bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai USD 1,3 triliun.
Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut turut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut juga diwarnai dengan jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée.
Jamuan tersebut menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan dan kemitraan antara Indonesia dan Prancis yang terus berkembang di tengah dinamika global.
Di sela agenda kenegaraan, Presiden Prabowo melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat dan diaspora Indonesia di Paris.
Momen tersebut menjadi kesempatan bagi Kepala Negara untuk bersilaturahmi dan berinteraksi langsung dengan warga negara Indonesia yang berada di Prancis dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kunjungan resmi kenegaraan ini menjadi bagian dari diplomasi aktif Indonesia dalam memperluas jejaring kemitraan global, memperkuat posisi Indonesia di kawasan Eropa, serta membuka peluang kerja sama yang semakin besar bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan kembali ke Jakarta yakni Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.