SuaraSumedang.id - Pebalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo punya misi menghentikan laju kemenangan beruntun Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo).
Jelang balapan MotoGP San Marino 2022, Quartararo punya kenangan manis di Sirkuit Misano. Saat itu, ia mengamankan gelar juara dunia perdananya pada tahun lalu di GP Emilia Romagna.
Quartararo pun dua kali finis runner-up di Misano yakni pada 2019 dan 2021.
"Ini adalah tempat yang sangat spesial bagi saya, untuk berbagai alasan," kata Fabio Quartararo jelang MotoGP San Marino 2022 dikutip dari laman MotoGP.com.
Adapun rangkaian MotoGP San Marino akan berlangsung hari ini, Jumat (2/9/2022) dengan dua sesi latihan bebas. Kemudian dilanjutkan Sabtu (3/9/2022) sebelum babak kualifikasi, pembalap akan jalani dua sesi latihan bebas terlebih dahulu.
"Untuk gelar juara dunia tahun lalu, tentunya juga pada 2019 yang menjalani pertama kali saya benar-benar bertarung untuk kemenangan," kata dia.
Fabio Quartararo belum naik podium teratas lagi sejak MotoGP German, diperburuk dengan DNF di Assen, dan penampilan jeblok di Silverstone.
Sang pebalap asal Prancis itu ke mimbar lagi setelah finis posisi 2 di Austria.
Namun, menyaksikan kebangkitan Bagnaia yang merebut tiga kali kemenangan secara beruntun.
Baca Juga: Berjualan Kue Basah, Peluang Bisnis Menjanjikan dan Tips Suksesnya!
"Belakangan ini, cukup terbiasa melawan mereka (Ducati), tapi saya selalu tampil sangat cepat di Misano," kata Quartararo.
Di MotoGP San Marino 2021, Quartararo bertarung sengit dengan Bagnaia, tetapi harus puas finis kedua di belakang sang pebalap asal Italia.
"Saya bertarung hingga momen terakhir dengan Pecco, tapi saya tak bisa mencoba dan menyalip, tapi kami sangat ketat."
Di balapan kedua, Pecco terjatuh dan harus merelakan gelar juara dunia dikunci Fabio Quartararo.
"Di balapan kedua, tentunya berbeda. Tapi saya siap bertarung. Sepertinya cuacanya akan menyulitkan, tapi ini sama untuk semua pebalap," kata Quartararo.
Fabio Quartararo memegang kendali klasemen dengan keunggulan 32 poin dari Aleix Espargaro (Aprilia), dan 44 angka dari Bagnaia dengan tujuh balapan tersisa.