Pengamat Politik Sebut Jika Nasdem Tak Bisa Kunci PKS, dan Demokrat akan Kehilangan Momentum

Suara Sumedang Suara.Com
Rabu, 21 September 2022 | 12:46 WIB
Pengamat Politik Sebut Jika Nasdem Tak Bisa Kunci PKS, dan Demokrat akan Kehilangan Momentum
Momen pertemuan Anies-AHY, Surya Paloh, Presiden PKS dan Jusuf Kalla. (Foto: Twitter/Andi Arief)

SuaraSumedang.id - Dinamika menuju Pilpres pada Pemilu 2024 masih terus bergerak, dan komunikasi politik antar partai intens dilakukan.

Maka Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada titik ini harus mengunci Partai PKS, dan Demokrat dalam satu baris sebelum ditarik oleh koalisi yang lain.

Dalam tersebut, disampaikan pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi seraya menyatakan Nasdem harus mengunci Demokrat dan PKS satu ikatan koalisi menuju Pilpres 2024.

"Jika Partai Nasdem tidak bisa mengunci PKS dan Demokrat dalam satu ikatan koalisi, maka partai Nasdem bisa kehilangan momentum," kata Ahmad Atang, pada Rabu (21/9/2022).

Dia menambahkan, jika dilihat dari pengelompokan partai yang akan berkoalisi untuk mengusung pasangan calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Maka terlihat bahwa PDI Perjuangan dapat mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi, lantaran sudah memenuhi syarat 20 persen.

Sementara itu, Partai Golkar, PAN, dan PPP telah membentuk KIB (Koalisi Indonesia Bersatu), dan Gerindra akan berkoalisi dengan PKB, maka partai yang tersisa adalah Nasdem, PKS, dan Demokrat.

"Dengan demikian, menurut saya tidak ada pilihan lain bagi Parta Nasdem harus berkoalisi dengan Partai PKS dan Partai Demokrat," kata pengajar ilmu politik di sejumlah perguruan tinggi di NTT Itu.

Dia pun menegaskan, dengan bangunnya koalisi antara Nasdem, PKS dan Demokrat, maka merupakan perpaduan antara basis koalisi Demokrat dan nasionalis religius.

Baca Juga: Menjamu Persija di BRI Liga 1 Pekan ke-11, Persib Mendapat Kabar Baik

Mengenai figur Capres, kata dia, jika koalisi ini permanen maka figur yang memiliki peluang besar untuk diusung adalah Anies Baswedan karena Nasdem dan PKS tidak memiliki kader untuk diusung.

Sedangkan, Demokrat mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), namun popularitas, dan elektabilitas tidak cukup meyakinkan untuk dijadikan Capres.

Sehingga politik kompromistis tentu diambil agar Anies dan AHY dapat disandingkan sebagai Capres dan Cawapres untuk Pilpres pada Pemilu 2024.

"Jika koalisi Nasdem, PKS, dan Demokrat dipertemukan oleh figur yang yang sama maka secara otomatis mereka telah melepaskan basis ideologis masing-masing," kata dia

Sumber:ANTARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI