SuaraSumedang.id - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus bekomunikasi dengan federasi sepak bola dunia (FIFA), agar terhindar dari sanksi berat setelah terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan ratusan suporter.
Setelah laga Arema FC versus Persebaya Surabaya usai, kerusuhan pun terjadi di stadion berkapasitas 38 ribu bangku penonton tersebut.
Polisi menembakkan gas air mata dengan niat mengusir kerumunan massa di area stadion malah berujung pada kondisi kacau yang semakin tak terkendali.
Alhasil, ratusan penonton pun harus meregang nyawa akibat insiden tersebut. Persebaya menang 2-3 atas tuan rumah Arema FC, dalam laga lanjutan Liga 1 2022/2023, tersebut.
Sekjen PSSI Yunus Yusi berharap insiden tersebut tidak lantas membuat FIFA mengambil keputusan-keputusan yang justru semakin merugikan kancah sepak bola Tanah Air.
"Kami berharap kejadian ini tidak menjadi rujukan atau landasan FIFA untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan Indonesia dan, khususnya, PSSI," ucap Yunus seperti dikutip dari Antara.
Yunus mengatakan PSSI sudah mengirimkan laporan pertama terkait ricuh yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tersebut kepada FIFA pada Sabtu (1/10/2022), malam.
Menurutnya, komunikasi PSSI dengan FIFA pun terus dilakukan hingga keesokan harinyta. Pasalnya, FIFA meminta keterangan langsung dari PSSI lantaran banyaknya korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
"Ini kejadian luar biasa. Kami terus menyampaikan kepada FIFA kabar terbaru soal kejadian tersebut," katanya.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2022: Bagnaia hanya Terpaut 2 Angka dari Quartararo dengan Tiga Seri Tersisa
Yunus mengaku belum memiliki gambaran terkait sanksi apa yang bakal dijatuhkan kepada PSSI. Namun, Yunus memprediksi FIFA tidak akan mengambil keputusan secara instan.
Yunus memastikan insiden yang menelan banyak nyawa di Kanjuruhan tersebut bukan karena perkelahian antarsuporter, melainkan karena terjadinya kerumunan suporter dan terhimpit karena berdesak-desakan.
"Ada yang jatuh, terinjak, saat mencoba keluar dari pintu stadion. Ada puluhan ribu penonton yang ingin keluar sehingga terjadi tragedi tersebut," katanya.