Muncul Dugaan Penghentian Pengobatan Korban Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Langsung Bertindak

Suara Sumedang | Suara.com

Senin, 17 Oktober 2022 | 11:38 WIB
Muncul Dugaan Penghentian Pengobatan Korban Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Langsung Bertindak
Aremania kembali soroti Tragedi Kanjuruhan Malang (SuaraJatim/Aziz Ramadani)

SuaraSumedang.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manuia (Komnas HAM) mendapatkan laporan mengenai dugaan penghentian pengobatan terhadap para korban tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

Oleh sebab itu, Komnas HAM kini tengah menelusuri terkait dugaan penghentian biaya pengobatan terhadap korban Tragedi Kanjuruhan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Beberapa hari lalu kami diberitahu oleh teman-teman Aremania, dan sedang kami telusuri," kata Mohammad Choirul Anam, pada Senin (17/10/2022).

Menurut Anam, apabila informasi tersebut benar adanya, maka tindakan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim itu sangat disayangkan.

Terlebih, kata Anam, korban luka-luka dalam Tragedi Kanjuruhan tersebut sangat banyak, dan membutuhkan biaya pengobatan.

Saat awal kejadian, berbagai pihak mengkonsolidasi tentang banyaknya korban yang meninggal dunia, sementara korban luka-luka tidak terlalu diperhatikan.

Padahal, lanjut Anam, jumlah korban luka-luka dalam Tragedi Kanjuruhan sangat banyak, belum termasuk yang tidak melaporkan diri sebagai korban.

Setelah insiden tersebut, Komnas HAM langsung bertolak ke Malang, Jawa Timur, dan berkoordinasi dengan para korban termasuk menyarankan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar.

Namun, dengan adanya dugaan penghentian pembiayaan oleh Pemprov Jatim tersebut, pihak RSUD dr. Saiful Anwar langsung menghentikan perawatan bagi korban luka yang dirujuk ke sana.

"Jika benar, kami minta ini dievaluasi ulang," kata Anam.

Desakan itu harus disikapi dengan bijaksana, mengingat jumlah korban luka sangat banyak, dan ada pula korban luka yang hingga kini masih terus terjadi.

"Misalnya, luka mata yang tidak hanya merah melainkan juga kecoklatan, dan kehitaman, dan itu masih butuh perawatan," kata dia.

Anam pun berharap setiap korban dalam Tragedi Kanjuruhan mendapat pengobatan atas kejadian yang dialaminya.

Berdasarkan informasi yang diterima Komnas HAM, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemprov Jatim bersedia menanggung semua biaya pengobatan korban Tragedi Kanjuruhan.[ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Biaya Pengobatan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Dihentikan

Biaya Pengobatan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Dihentikan

Bola | Senin, 17 Oktober 2022 | 11:21 WIB

Habis Libur, Madura United Latihan Lagi Meski BRI Liga 1 Indonesia Masih Dihentikan

Habis Libur, Madura United Latihan Lagi Meski BRI Liga 1 Indonesia Masih Dihentikan

Bola | Senin, 17 Oktober 2022 | 10:31 WIB

43 Anak Menjadi Korban Meninggal Dunia di Tragedi Kanjuruhan

43 Anak Menjadi Korban Meninggal Dunia di Tragedi Kanjuruhan

Kalbar | Senin, 17 Oktober 2022 | 09:22 WIB

Terkini

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:03 WIB

Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resminya

Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resminya

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:01 WIB

Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali

Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali

Your Say | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:00 WIB

Contoh Khutbah Idul Fitri Sedih dan Menyentuh Hati Mengingatkan Kita Tentang Kehilangan Ramadan

Contoh Khutbah Idul Fitri Sedih dan Menyentuh Hati Mengingatkan Kita Tentang Kehilangan Ramadan

Lifestyle | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:00 WIB

Heboh! Bude Wellness Klaim Herbal Dapat Obati TBC, Ini Faktanya

Heboh! Bude Wellness Klaim Herbal Dapat Obati TBC, Ini Faktanya

Entertainment | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:00 WIB

BRI Peduli Salurkan 2.000 Paket Sembako Sambut Hari Nyepi Saka 1948

BRI Peduli Salurkan 2.000 Paket Sembako Sambut Hari Nyepi Saka 1948

Bri | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:59 WIB

Puncak Arus Mudik Gelombang Kedua: 50 Ribu Lebih Kendaraan Serbu Jalur Puncak Bogor!

Puncak Arus Mudik Gelombang Kedua: 50 Ribu Lebih Kendaraan Serbu Jalur Puncak Bogor!

Bogor | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:58 WIB

Awas Modus Grup WA! Polisi Ciduk Belasan Travel Gelap Antar Pemudik ke Pelosok Sukabumi

Awas Modus Grup WA! Polisi Ciduk Belasan Travel Gelap Antar Pemudik ke Pelosok Sukabumi

Jabar | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:57 WIB

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:57 WIB

DPRD Sumsel: 7 Fakta Anggaran dan Fasilitas Rumah Dinas Pimpinan yang Jadi Sorotan Publik

DPRD Sumsel: 7 Fakta Anggaran dan Fasilitas Rumah Dinas Pimpinan yang Jadi Sorotan Publik

Sumsel | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:55 WIB