SuaraSumedang.id - Kuasa hukum Venna Melinda, Hotman Paris menyampaikan faktor Ferry Irawan berani melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.
Bahkan, akibat kasus dugaan KDRT Ferry Irawan terhadap Venna Melinda itu, mengakibatkan ibunda Verrel Bramasta mengalami pendarahan di bagian hidung.
Menurut Hotman Paris, semua karena permintaan Ferry Irawan untuk melakukan hubungan ranjang yang tidak bisa dipenuhi oleh Venna Melinda.
"Ternyata apa yang dialami Venna (Melinda) bukan pertama kali. Setiap ada masalah (mau) begini (berhubungan badan," kata Hotman Paris, saat ditemui di Jakarta pada Rabu (11/1/2023).
Menurut Hotman Paris, percekcokan antara Ferry dan Venna bermula saat sang istri menolak untuk melakukan hubungan intim dengan alasan capek.
"Perselisihan mereka bermula Venna Melinda capek, dan ya biasalah seorang suami berhak minta gini (hubungan ranjang) kan, ternyata begitulah," ucap Hotman Paris.
Dikatakan Hotman Paris, Venna Melinda pun sudah merasa sudah tidak nyaman dengan pernikahannya sejak beberapa bulan terakhir.
Atas peristiwa kasus KDRT tersebut, ibunda Verrel Bramasta pun akan mengajukan gugatan cerai terhadap Ferry Irawan dalam waktu dekat.
"Selama beberapa bulan dia (Venna Melinda) sangat tidak bahagia, dan tertekan. Dia cerita dalam waktu dekat akan melakukan gugatan cerai," ucap Hotman Paris.
Hotman Paris sebelumnya mengatakan, kalau polisi menambahkan pasal untuk menjerat Ferry Irawan.
Sebelumnya, polisi menjerat Ferry Irawan dengan Pasal 44 ayat 4 tentang KDRT dengan ancaman empat bulan penjara.
Namun, sekarang ini pasal tersebut ditambahkan menjadi Pasal 44 ayat 1 dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp15 juta.
"Semula suaminya Venna Melinda (Ferry Irawan) dituduh Pasal 44 ayat 4 itu KDRT ringan. Namun, berubah jadi Pasal 44 ayat 1, KDRT berat yang bisa ditahan, dan KDRT mengakibatkan gangguan psikis," ucap Hotman.
Pada Kamis (12/1/2023), Hotman Paris menemui Venna Melinda untuk kembali menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Timur.
Hingga sekarang ini, Venna sendiri masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Surabaya.
"Hari ini (kemarin) Venna Melinda diperiksa oleh psikiater, dan besok (hari ini) saya mendampingi dia untuk menjalani BAP," tambah Hotman Paris.
Sementara itu, Ferry Irawan hingga kini statusnya masih sebagai saksi terlapor. Hal tersebut dikarenakan Ferry baru sekali menjalani pemeriksaan.
Ketika diminta menjelaskan pemeriksaan tambahan, dia mengaku sakit di bagian lambung. KDRT yang diterima Venna Melinda dari Irawan tersebut terjadi pada 8 Januari 2023, di sebuah kamar hotel di Kediri, Jawa Timur.
Saat itu, keduanya tengah menikmati liburan, dan menginap di hotel tersebut. Saat melaporkan ke polisi, Venna sembari membawa satu di antara bukti yakni handuk yang sudah berlumuran darah.
Di samping itu, Hotman Paris menduga faktor lain Ferry Irawan berani melakukan KDRT terhadap Venna Melinda.
"Sepertinya sebelumnya sudah ada percekcokan mereka, dan katanya ini semakin intens percekcokan itu karena si Venna mau kembali ke dunia politik," ucap Hotman Paris, mengutip kanal YouTube Was Was.
Disebutkannya, Ferry Irawan cemburu jika istrinya kembali ke dunia politik yang memungkinkan Venna Melinda bertemu dengan para pejabat maupun pengusaha laki-laki.
Terlebih lagi, penampilan Venna Melinda akan menjadi lebih cantik bila kembali terjun ke dunia politik.
"Jadi ada faktor tidak suka. Karena kalau terjun ke dunia politik kan bakal kelihatan cantik lagi, ketemu pengusaha-pengusaha, ketemu politis," kata Hotman.
Bahkan, Venna Melinda pun sempat mengungkapkan jika Ferry Irawan merupakan sosok yang mudah cemburu. Keduanya pun kerap bertengkar layaknya karakter di serial Tom and Jerry.
Rasa cemburu itu, membuat Venna Melinda dan Ferry Irawan kerap bertengkar, misalnya ketika ibunda Verrel Bramasta tersebut mengenakan pakaian ketat.
"Ternyata Abi (Ferry Irawan) itu cemburuan. Abi itu orangnya pokoknya apa-apa tuh, ampung deh. Nggak nyangka juga sih kalau Abi cemburuan sama aku," ucap Venna Melinda dalam sebuah vlog pribadinya.(*)
Sumber:Suara.com