Bharada E sempat mengaku jika penembakan yang dilakukan kepada Brigadir J adalah sebuah kepatuhan pada perintah atasan.
Akan tetapi menurut Bambang, hal itu hendaknya harus dijadikan sebagai pembelajaran bagi personel Polri lain. Dengan tujuan untuk meletakkan kepatuhan itu pada aturan bukan pada perintah atasan.
“Ini harus menjadi pelajaran semua personel Polri, dalam kondisi bukan perang, atau di medan operasi keamanan agar tegak lurus pada aturan bukan pada perintah atasan,” ujar Bambang.
Lebih dari itu dalam sidang etik, pilihan Richard untuk patuh kepada atasannya dengan menjalankan perintah menembak rekannya sendiri sebagai bentuk ketidakprofesionalan.
“Kita ingin membangun polisi yang profesional atau tidak? Kalau taat pada pimpinan untuk melakukan hal yang salah diampuni, artinya kita permisif pada pelanggaran dan jauh dari semangat membangun polisi profesional,” katanya.