Alasan Berani Bubuhkan Komentar 'Maneh' di IG Ridwan Kamil, Sabil Menilai Sosok yang Friendly

Suara Sumedang

Minggu, 19 Maret 2023 | 06:36 WIB
Alasan Berani Bubuhkan Komentar 'Maneh' di IG Ridwan Kamil, Sabil Menilai Sosok yang Friendly
Dedi Mulyadi mempekerjakan Muhammad Sabil Fadhillah,, guru yang dipecat akibat komentar "maneh" di unggahan Instagram Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. ((ANTARA/Dok Dedi Mulyadi))

SuaraSumedang.id - Guru honorer asal Cirebon, Muhammad Sabil Fadhillah, yang akhirnya dipecat akibat mengomentari unggahan di Instagram Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan kata 'maneh'.

Sabil merupakan guru tidak tetap yang mengajar di SMK Telkom Sekar Kemuning, Kota Cirebon, Jawa Barat diberhentikan oleh pihak yayasan yang menaunginya.

Namun, sekarang ini Sabil sudah mendapat pekerjaan baru, kabarnya akan bertugas sebagai fotografer, ditawari oleh Anggota DPR RI Dedi Mulyadi.

"Saya memang sudah dipecat, tapi di sini (surat) bertuliskan pengakhiran hubungan kerja, ini dikarenakan komentar saya di IG Gubernur Ridwan Kamil," kata Sabil, dikutip dari Suara.com, Minggu (19/3/2023).

Potret Sabil dan Ridwan Kamil saling genggam tangan. [Instagram @sabilfadilah]
Potret Sabil dan Ridwan Kamil saling genggam tangan. (sumber: Instagram @sabilfadilah)

Sabil pun mengatakan, ia berkomentar di unggahan IG Gubernur Jabar itu saat berinteraksi dengan anak-anak SMP yang berada di Tasikmalaya.

Komentar itu dibubuhkannya dengan menggunakan Bahasa Sunda. "Dalam zoom ini, maneh teh keur jadi gubernur jabar ato kader partai ato pribadi @ridwankamil???."

Sabil pun mengakui jika sebutan maneh dalam komentarnya adalah sebuah panggilan akrab.
Ia menilai orang yang dikomentari adalah sosok yang friendly.

"Beberapa kali juga pernah ketemu dengan beliau. Saya memandang beliau sosok yang akrab, lebih ke friendly," ucap Sabil.

Meski begitu, ia tidak menyangka komentar kritikan itu akan viral hingga ditandai sebagai komentar yang ditandai.

baca juga

Sebab ia mengaku sudah sering berkomentar tapi baru kali ini menjadi viral hingga akhirnya berhenti dari pekerjaannya.

Pihak sekolah tempat Sabil mengajar sebetulnya telah memberikan kesempatan kedua untuk ia kembali mengabdi.

Namun, Sabil memilih untuk berhenti, dan mengundurkan diri sebagai guru SMK di Cirebon tersebut.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menawarkan sebuah pekerjaan kepada Sabil untuk menjadi seorang fotografer atau kameramen.

"Saat menemui Sabil beberapa hari lalu, ternyata dia menganggur dan sedang mencari kerja," kata Dedi, dalam sambungan telepon, Sabtu (18/3/2023).

Atas hal tersebutlah, dia berinisiatif memberi pekerjaan kepada Sabil, yakni menjadi fotografer di timnya.

"Sekarang mah job seeker, masih cari kerja. Barangkali mau dijadikan fotografer atau kameramen akang (Kang Dedi) boleh, itu juga kalau ditawari," ucap Sabil ketika ditanya Dedi Mulyadi. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Guru yang Dipecat Akibat Komentar Maneh di Instagram Ridwan Kamil Sudah Dapat Pekerjaan Baru dari Dedi Mulyadi

Guru yang Dipecat Akibat Komentar Maneh di Instagram Ridwan Kamil Sudah Dapat Pekerjaan Baru dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 18 Maret 2023 | 22:27 WIB

Guru Honorer Kritik Ridwan Kamil Dibalas Pemecatan, Apa Layak?

Guru Honorer Kritik Ridwan Kamil Dibalas Pemecatan, Apa Layak?

News | Sabtu, 18 Maret 2023 | 20:06 WIB

Guru Dipecat Usai Mengkritik, Ini 4 Tips Sampaikan Kritik di Media Sosial

Guru Dipecat Usai Mengkritik, Ini 4 Tips Sampaikan Kritik di Media Sosial

Your Say | Sabtu, 18 Maret 2023 | 16:33 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×