SuaraSumedang - Berikut penjelasan batas hubungan suami istri saat puasa ramadhan, menurut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah ada beberapa hal yang boleh dilakukan suami istri ketika puasa, tanpa membatalkan ibadahnya di bulan suci ramadhan.
Bagi anda yang masih samar - samar, soal batasan hubungan suami istri ketika puasa, berikut adalah tausiah islam soal hubungan pasutri di bulan suci.
"Bolehkah bermesraan dengan istri ketika bulan Ramadhan Ustadz?," kata ustadz Khalid Basalamah saat membacakan pertanyaan dari secarik kertas, dikutip dari Youtube Kajian Ar-Rahman, Minggu (2/4/2023).
Khalid Basalamah menjelaskan, selama tidak melakukan jima atau hubungan seks, maka hal tersebut tidak dilarang.
"Boleh asal tidak jimak (melakukan hubungan intim), tidak dilarang," katanya menjawab pertanyaan dari jamaahnya.
"Aisyah pernah mengatakan pernah Rasulullah pernah mencumbu kami di bulan Ramadhan tetapi beliau adalah seorang laki - laki yang bisa mengontrol dirinya," jelasnya.
Jadi menurut Ustadz Khalid Basalamah pasangan suami istri ciuman, bercumbu, bermesraan di bulan Ramadhan itu tidak masalah. Sedangkan yang membatalkan puasa adalah hubungan biologisnya (bersetubuh).
"yang dilarang biologis (hubungan badan) itu pada saat puasa, dari adzan subuh sampai menjelang adzan magrib, tapi boleh berhubungan setelah berbuka puasa" tuturnya.
Baca Juga: Jangan Khawatir, Ini 6 Cara Aman untuk Menambah Berat Badan saat Puasa
Itulah batasan hubungan suami istri saat puasa di bulan suci Ramadhan berdasarkan penjelasan Ustadz Khalid Basalamah.
Selengkapnya simak cuplikan video berikut ini. (*)