SUARA SUMEDANG - Didalam ajaran Islam, sedekah merupakan satu diantara ajaran yang harus dilaksanakan oleh umat islam.
Dalam sedekah banyak sekali keutamaan bagi hidup, satu diantaranya sebagai magnet rezeki dan juga kehidupan di akhirat.
Bersedekah tidak melulu berupa materi (uang), sedekah juga bisa dilakukan dengan cara apapun sesuai dengan kemampuan yang dimiliki orang yang ingin bersedekah.
Dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami, bahwa Nabi SAW pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol.
Dijelaskan dalam hadist berikut. “Sedekah dari orang yang serba kekurangan,” (HR.An-Nasai).
Ada beberapa penafsiran dalam hadist tersebut. Terdapat ulama yang menafsirkan maksud dari hadist tersebut ialah keutamaan sedekah dikala kondisi sulit.
Namun, ada juga yang mengatakan bahwa sedekah yang dimaksud ialah sedekah dalam hati yang lapang atau hati penuh kecukupan.
Tetapi jika menunggu kemapanan dan rasa kaya akan diri sebagai manusia tidak akan pernah merasa cukup.
Seperti disebutkan dalam firman Allah SWT. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan “kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta,” (Q.S Al Ankabut: 2-3).
Baca Juga: CEK FAKTA: Lawan PDIP, Kader PSI Secara Terbuka Dukung Anies Baswedan
Hal yang membuat manusia berharga di hadapan Allah SWT bukan hanya karena jumlah harta, melainkan dari bagaimana, seseorang menghadapi ujian dan tetap konsisten melakukan sedekah dalam kondisi apapun.
Saat seseorang dalam kondisi berlebih, maka ia berbagi dengan kelebihannya. Disaat kondisi terhimpit, seseorang tersebut tetap dapat berbagi sesuai dengan kemampuannya.
Seperti yang disampaikan dalam QS. Al-Zalzalah ayat 7-8,” Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”
Artinya, sekecil apapun bentuk sedekah kita asalkan dengan niat dan tujuan kebaikan, maka Allah akan membalas dengan kebaikan atau pahala yang setimpal.
Hal ini juga seperti yang disampaikan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah.
Nabi SAW bersabda, “Satu dirham dapat mengungguli seratus ribu dirham.“ Lalu ada yang bertanya, “Bagaimana itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjelaskan, “Ada seorang yang memiliki dua dirham lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada pula seseorang memiliki harta yang banyak sekali, lalu ia mengambil dari kantongnya seratus ribu dirham untuk disedekahkan,” (HR. An-Nasai dan Imam Ahmad).