SUARA SUMEDANG - Tim ahli utama dari kantor staf Presiden datang ke Sumedang guna mengulas pembangunan Bendungan Cipanas di Conggeang, Ujungjaya.
Sekertaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman memastikan jika bendungan ini memiliki banyak manfaat, khususnya untuk masyarakat Sumedang.
Herman menyebutkan jika bendungan ini bisa memproduksi air baku 850 liter per detik.
“Luar biasa Bendungan Cipanas ini, untuk air baku kapasistas produksinya 850 liter per detik. 700 liter untuk kepentingan BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) di Kertajati, Majalengka. 150 liter untuk kepentingan masyarakat Sumedang,” ucap Herman, dikutip Suara Sumedang (22/6/2023).
Lebih lanjut Herman mengatakan sejak dilakukan impounding pada 19 Mei 2023, manfaat dari bendungan ini diperuntukan untuk irigasi, air baku, PLTA serta pariwisata.
Saat ini tahap pertama sudah 332 hektar, total 1300 hektar luas areal yang tergenang.
“Manfaatnya sangat banyak, untuk irigasi, air baku, PLTA, pariwisata. Untuk irigasi eksisting 6000 hektar di Indramayu dan akan ada luasan baru sekitar 3000 hektar di Ujungjaya,” kata Herman.
Bendungan Cipanas ini nantinya akan menghasilkan kurang lebih tiga mega watt listrik. Dikembangkan untuk pariwisata juga potensial, lantaran terdapat pemandangan yang indah.
Herman memaparkan jika hal ini merupakan komitmen dari Pemkab Sumedang, Pemprov Jabar dan Republik Indonesia.
“Ini salah satu komitmen Pemda Kabupaten Sumedang, Pemprov Jawa Barat, dan tentunya Republik ini, untuk kepentingan masyarakat di Sumedang dan Jawa Barat,” paparnya.
“Bendungan Cipanas juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini tinggal sentuhan akhir untuk antisipasi persoalan sosial budaya. Mudah-mudahan bisa secepatnya diresmikan oleh Pak Presiden,” lanjut Herman. (*)