SUARA SUMEDANG - Rendy Kjaernett dan Syahnaz Sadiqah disebut-sebut terancam sanksi sosial dan diisukan akan dipolisikan.
Benarkah kasus perselingkuhan dapat membuat Rendy Kjaernett dan Syahnaz Sadiqah dipidana dan terancam hukuman penjara selama beberapa waktu?
Dikutip sumedang.suara.com dari kanal YouTube Cumicumi pada Selasa, (4/7/2023) praktisi hukum jelaskan undang-undang dan tuntutan kasus perselingkuhan.
Jika menyoroti kasus Rendy Kjaernett dan Syahnaz Sadiqah, maka dapat terjerat kasus pornografi, pornoaksi, maupun undang-undang ITE.
"Beberapa pasal yang dapat digunakan sebagai tuntutan yang pertama adalah undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan pornoaksi, jika ingin lebih berat maka masuk undang-undang ITE," kata Firman Chandra selaku praktisi hukum.
Firman Chandra juga sebutkan bahwa perselingkuhan dapat dilaporkan dengan kasus perzinahan dengan ancaman penjara selama beberapa waktu.
"Ada lagi pasal 284 KUHP terkait perzinahan. Nah, Pasal ini harus dilaporkan oleh pihak yang merasa terzalimi dan tersakiti, yakni pasangannya," ungkap Firman Chandra.
Tak hanya itu, Firman Chandra juga menyebutkan kurun waktu hukuman penjara dari setiap pasal yang telah dijelaskannya.
"Kalo kasusnya sama seperti yang disangkakan kepada Rendy Kjaernett dan Syahnaz maka hukuman bagi pasal ITE berupa penjara 6 tahun, dan pasal perzinahan diberikan sanksi 4 bulan masa tahanan," imbuh Firman Chandra.(*)
Sumber: YouTube Cumicumi