SUARA SUMEDANG-Erick Thohir Menteri BUMN enggan berspekulasi menanggapi ucapan Ketua PAN Zulkifli Hasan soal calon kuat wakil presiden Prabowo Subianto. PAN sebenarnya mengusulkan nama Erick sebagai pendamping Prabowo.
Saya tentu mengapresiasi hasil penyelidikan tersebut. Apa maksudnya? Performa kami bagus. Dan tentu saja, hal ini menyulitkan saya untuk menjaga tujuan saya pada level yang baik. Apakah di BUMN? Apakah hari ini ada pertandingan sepak bola U-17 untuk timnas dan sebagainya ya, tentu itu yang menjadi motivasi kami, kata Erick.
Erick memiliki hubungan yang baik dengan Zulkifli Hasan. Ia sadar, berkat hubungan baik itulah Zulkifli Hasan memperkenalkan dirinya sebagai calon wakil presiden Prabowo. "Tapi saya tegaskan, hubungan saya dengan Pak Zulkifli sudah lama dan sangat baik, di mana keluarga kami juga berteman. Dan mungkin itu yang menjadi komitmen Pak Zulkifli sendiri dan PAN," lanjut Erick.
Namun, menurutnya, persoalan penentuan cawapres Prabowo juga harus mempertimbangkan Koalisi Indonesia Maju (KIM). “Tentu saja saya mengapresiasi hal itu. Tapi sekali lagi, ini adalah koalisi. “Pertemuan pribadi tidak bisa didorong,” kata Erick.
Erick menegaskan, keputusan mengenai calon presiden dan wakil presiden menjadi kewenangan partai politik koalisi. Ia mengaku belum pernah berdiskusi dengan pihak terkait soal calon presiden dan wakil presiden. “Saya serahkan kepada saya untuk memutuskan aliansi mana yang terbaik,” katanya.
Meski begitu, Erick mengaku hingga saat ini belum pernah membicarakan Pilpres 2024 dengan Prabowo Subianto. Saat ini, KIM belum mengetahui nama pendamping Prabowo tersebut. Selain Erick, muncul nama Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.(*)