Seorang ibu terlihat hadir dan melakukan konsultasi langsung dengan pengacara Hotman Paris Hutapea.
Hotman 911 kini hadir di Surabaya yang tepatnya berada di jalan Basuki Rahmat Surabaya.
Ibu ini mengaku jika anaknya yang berusia 10 tahun menjadi korban penganiayaan dan pemerkosaan.
Kasus anak perempuan yang diklaim mengalami leukimia asal Manado, Sulawesi Selatan kembali muncul ke publik.
Sang ibu masih memperjuangkan hak dan proses hukum bagi anak perempuan yang tewas karena diduga diperkosa ini.
Heldy Said (34), ibu korban, tampak membawa sejumlah berkas laporan serta bukti yang telah ia kumpulkan.
Lalu berkas ini ditunjukkan langsung ke pengacara Hotman Paris Hutapea saat hari pertama pembukaan Hotman 911 di Surabaya.
Heldy mengatakan bahwa aa dugaan kuat kalau anaknya dengan inisial I menjadi korban pemerkosaan dan dianiaya.
Bahkan putrinya sempat didbawa ke RS Eling pada28 Desember 2021 di Manado, Sulawesi Utara.
Baca Juga: Setelah Alami KDRT, Kerongkongan Lesti Kejora Dikabarkan Bergeser, Benarkah?
Hedy sempat mengira bahwa I mengalami menstruasi karena keluar darah melalui vaginanya.
Tapi lama-lama ia curiga dan langsung membawa putrinya ke rumah sakit karena darah yang keluar berlebihan.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter,ditemukan ada sobekan di selaput darah dan memar di bagian tubuh.
Kemudian putrinya dinyatakan meninggal dunia pada 24 Januari 2022.
Namun, ia mengaku terkejut ketika mendapatkan informasi dari polisi bila I meninggal dunia karena terkena penyakit leukimia stadium 4.
Sebelum korban meninggal, korban sempat dirawat selama sebulan di rumah sakit.
Namun, dalam keterangan dokter yang merawat korban berubah-ubah, ini membuat keluarga merasa ada yang janggal.
Selama perawatan sebulan di rumah sakit, dokter hanya merawat pendarahan di otak akan tetapi setelah korban meninggal dunia tiba-tiba dokter menyatakan bahwa korban mengalami leukimia.
Sebelum korban tidak sadarkan diri, korban pernah menyebutkan 2 nama pada pihak kepolisian.
Almarhum yang masih sadar menyebutkan dua nama yang menghantam kepalanya ke tembok dan merasa celananya dirobek, itu saja yang ia ingat.
Di sini, Hotman menginginkan adanya penyidikan ulang terhadap kasus tersebut sehingga ada keadilan yang diperoleh orang tua korban.