Terlihat dalam rekaman tersebut, para taruna dengan mengenakan seragam dengan atribut lengkap melakukan aksi saling dorong dan adu jotos yang melibatkan taruna dari ke dua lembaga pendidikan tinggi ilmu pelayaran.
Menurut informasi yang didapatkan dari para taruna dan pengasuh, kejadian tersebut terjadi setelah selesai acara wisuda di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada Selasa kemarin, dimana ditimbulkan akibat adanya kesalahphaman.
“Keributan antar taruna terjadi karena miskomunikasi dan sedang diselesaikan di internal mereka,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Komarudin, Rabu (26/10/2022).
Dari pernyataan Komarudin tersebut, dijelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi ketika akan kembali ke bis masing-masing setelah acara selesai. Pemicu pertama keributan adalah senggol-senggolan terhadap taruna yang bertugas membawa alat drum band.
Komarudin menyatakan insiden ini telah diselesaikan oleh internal Kemenhub, akan tetapi pihak kepolisian tetap menunggu laporan yang masuk dan akan segera diproses.
“Kita tetap menunggu apabila nanti ada laporan maka akan segera diproses. Tetapi untuk sejauh ini mereka sudah selesaikan di internal mereka,” ucap Komarudin.
Adita Irawati, selaku Juru Bicara Kementrian Perhubungan mengatakan Badan Pengembangan Smber Daya Manusia Kementrian Perhubungan (BPSDMP) menyesalkan adanya aksi keributan ini.
“BPSDMP telah melakukan mediasi dan menyelesikan permasalahan dimaksud sambil terus melakukan pendalaman-pendalaman untuk mencari akar masalah dari insiden tersebut,” beber Adita.
Adita mengatakan BPSDMP akan menindak lanjuti dengan mencari penyebab yang menimbulkan aksi tersebut.
Baca Juga: 3 Pemain Manchester United Jadi Ancaman untuk Sheriff Tiraspol, Bukan Cuma Cristiano Ronaldo
Tidak berhenti disitu saja, BPSDMP mengatakan bahwa taruna yang terbukti melanggar peraturan akan diberi sanksi tegas.
Namun, Adita Irawati Jubir Kemenhub tidak menjelaskan secara rinci sanksi apa saja yang akan diberikan.
Juga, Kepala BPSDMP meminta sekolah untuk lebih memeperketat pengawasan terhadap kegiatan taruna agar kejadian ini tidak terulang kembali.