Kronologi Karyawan yang Tewas hingga Pemboikotan Toko Roti Paris Baguette

Surabaya

Senin, 31 Oktober 2022 | 09:44 WIB
Kronologi Karyawan yang Tewas hingga Pemboikotan Toko Roti Paris Baguette
Paris Baguette (suara.com)

Pekerja ini tewas setelah tergilas mesin mixer yang memproduksi saus. Ia tewas pada hari Sabtu (22/10/2022) dengan bagian atas tubuhnya yang tertangkap mesin saus.

Kabar tewasnya pekerja ini menjadi perbincangan karena kejadian tersebut dinilai sebagai bukti bahwa toko roti ini tidak mengikuti SOP yang ada.

Vice melaporkan bahwa mayatnya ditemukan oleh karyawan lain beberapa jam kemudian. Meski sudah ditemukan mayat di pabriknya, pihak pabrik diminta untuk tetap melanjutkan produksi seperti biasanya. 

Kronologi kejadian ini dimulai ketika pekerja tersebut melakukan pekerjaannya seperti biasa di pabrik daerah Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan.

Pada saat itu ia masuk shift malam. Diceritakan pekerja 23 tahun tersebut mengoperasikan mesin sendirian yang seharusnya dioperasikan oleh 2 orang.

Celemek pekerja tersebut tersangkut yang membuatnya tertarik ke dalam mesin pengaduk dan bagian atas tubuhnya tersangkut di mesin pengaduk saus.

Tubuh pekerja wanita tertarik ke dalam mixer dan tubuhnya hancur. Pada keesokan harinya barulah ditemukan jasadnya tertarik oleh mixer dan tubuhnya hancur.

Pada beberapa minggu sebelumnya, sudah terjadi kejadian dimana rangan pekerja tersangkut mesin produksi lain tapi tidak dibawa ke rumah sakit karena statusnya sebagai pekerja tidak tetap. 

Meskipun ada dua kejadian kecelakaan ini, pabrik tetap beroperasi seperti biasa. Bahkan pekerja yang menarik dan melihat jasad korban yang hancur diminta untuk tetap bekerja di sebelah lokasi kecelakaan. 

baca juga

Setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, ditemukan bahwa kecelakaan ini bisa dicegah jika protokol keselamatan yang memadai telah diterapkan. Selain itu diketahui juga tidak adanya keadilan terhadap para pekerjanya.

Terungkap bahwa mesin mixer yang digunakan untuk produksi tidak dilengkapi dengan sistem keamanan interlock yang diperlukan untuk melindungi operator. 

Seruan untuk memboikot Paris Baguette muncul di Twitter beberapa waktu terakhir. Banyak orang yang mendesak penduduk setempat untuk menghindari toko ini.

Ketua perusahaan induk Paris Baguette menanggapi dengan menyampaikan permintaan maaf terkait peristiwa ini.

Perusahaan sedang melakukan penyelidikan dengan pihak berwenang dan bersedia bertanggung jawab atas kecelakaan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Intel Berencana PHK Karyawan Demi Efisiensi

Intel Berencana PHK Karyawan Demi Efisiensi

Tekno | Senin, 31 Oktober 2022 | 06:30 WIB

Seagate Mau PHK 3.000 Karyawan

Seagate Mau PHK 3.000 Karyawan

Tekno | Minggu, 30 Oktober 2022 | 15:31 WIB

Elon Musk Pastikan Tidak Ada PHK 75 Persen Karyawan Twitter

Elon Musk Pastikan Tidak Ada PHK 75 Persen Karyawan Twitter

Tekno | Minggu, 30 Oktober 2022 | 12:57 WIB

Terkini

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:51 WIB

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:48 WIB

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan

Surakarta | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:47 WIB

×