Kapten timnas Portugal Cristiano Ronaldo mendapat ejekan dari pemain Korea Selatan Cho Gue-sung ketika dia meninggalkan lapangan karena pergantian pemain.
Menurut pelatih Portugal, Fernando Santos mengatakan bahwa mantan pemain Manchester United itu bereaksi frustasi ketika dirinya digantikan,
Ronaldo tampak melakukan percakapan verbal dengan Cho saat dia berjalan menuju bangku dan kemudian memasukkan jarinya ke mulut.
Pemain berusia 37 tahun itu tampak tidak senang dengan keputusan untuk menariknya keluar pada menit ke-65 tetapi setelah kekalahan 2-1 yang mengirim Korea Selatan ke babak 16 besar, Santos menegaskan bahwa interaksinya dengan Cho yang membuat Ronaldo marah.
"Pemain dari Korea itu menghina dia menyuruhnya pergi, jadi itu alasan dia marah, semua orang melihat itu," kata Santos.
"Saya melihat interaksi dengan pemain Korea dan saya tidak meragukannya dan jika Anda melihat gambarnya, Anda melihat Pepe mendekati pemain Korea," kata dia.
"Dia tidak agresif, dia hanya agresif secara verbal, dia berbicara dalam bahasa Inggris kepada Cristiano, dan Cristiano berkata, 'Mungkin dia mengalami hari yang buruk," ujarnya.
Ronaldo mengatakan kepada wartawan Portugis bahwa Cho sedang berusaha membuatnya keluar lapangan.
"Yang terjadi adalah sebelum pergantian saya, pemain Korea Selatan itu menyuruh saya segera keluar. Saya menyuruhnya tutup mulut karena dia tidak memiliki kewenangan itu. Tidak ada perbedaan pendapat [dengan pelatih]," kata Ronaldo.
Baca Juga: William Saliba Berharap Brazil Tersingkir dari Piala Dunia
Gelandang Korea Selatan Hwang In-Beom tidak banyak bicara tentang insiden itu. "Saya tidak melihatnya, saya terlalu lelah," katanya. "Saya melihat ke tanah, jadi saya tidak melihatnya dan tidak ada yang ingin saya katakan," ujarnya.
Portugal masih finis di puncak Grup H meski kebobolan pada menit ke-91 dari Hwang Hee-chan yang membuat Korea Selatan mengungguli Uruguay untuk memperebutkan tempat di babak sistem gugur.
Tim Santos akan menghadapi runner upi Grup H. Ronaldo menegaskan bahwa kekalahan dari Korea Selatan harus menjadi peringatan untuk pasukannya.
"Kami agak kesal. Kami yang pertama di grup, tapi kami ingin menang dan memiliki permainan yang lebih baik untuk meningkatkan moral para pemain. Tapi hasil ini menjadi peringatan bagi tim kami," tutupnya.