Pelatih Timnas Maroko Walid Regragui menangis pada saat sesi wawancara usai pertandingan yang mengantarkan Ziyech dan kawan-kawan melaju ke semifinal setelah mengalahkan Portugal 1-0 di Al Thumama Stadium, Sabtu (10/12/2022) tadi malam.
"Ini adalah pertama kalinya saya menangis di akhir pertandingan. Saya harus menjadi contoh dan menunjukkan bahwa saya kuat secara mental tetapi terkadang itu terlalu berlebihan bagi Anda," ujar Regragui usai pertandingan.
Regragui adalah salah satu yang paling terakhir meninggalkan lapangan. Dia bertepuk tangan dalam konferensi pers pasca pertandingan bersama Bono.
"Alhamdulillah, memiliki peluang untuk memenangkan Piala Dunia dan bahwa seluruh dunia sekarang bersama Maroko, insyaallah," ucapnya.
"Masuk ke semi-final Piala Dunia, emosi mengalir begitu saja. Saya akan berbohong jika kami pikir kami akan sampai ke tahap ini, saya tidak bisa menahan air mata," tambah Regragui.
Tidak bisa dipungkiri memang, Maroko menciptakan catatan yang luar biasa di Piala Dunia 2022 kali ini. Mereka tidak hanya menjadi tim Afrika pertama, tetapi juga tim Arab pertama dari negara dengan mayoritas Muslim, yang mencapai empat besar kompetisi terbesar di dunia sepakbola.
"Kami menjadi tim yang disukai semua orang karena kami menunjukkan apa yang bisa kami capai. Jika Anda menunjukkan semangat, hati, dan keyakinan, Anda bisa sukses dan para pemain saya telah menunjukkan itu. Ini bukan keajaiban," kata dia.
"Orang-orang di Eropa mungkin mengatakannya, tapi kami telah mengalahkan Portugal, Spanyol, Belgia dan bermain imbang melawan Kroasia tanpa kebobolan. Itulah hasil kerja keras," tandasnya.
Maroko menjadi tim asal Afrika pertama yang sukses melaju ke semifinal Piala Dunia. Pada tiga kesempatan sebelumnya, tiga wakil Afrika yakni Kamerun (1990), Senegal (2002), dan Ghana (2010) hanya mampu sampai babak perempat final kemudian tersingkir di fase ini.
Baca Juga: Hendra/Ahsan Gagal Raih Gelar Juara BWF World Tour Finals 2022