Perusahaan rintisan (startup) di Indonesia sedang dihantui gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Setelah Shopee, kini Tokocrypto mengambil langkah yang sama yakni melakukan pemecatan terhadap karyawannya.
Berdasarkan hasil analisis dan prediksi yang telah dilakukan oleh manajemen dalam mengantisipasi kondisi pasar kripto dan ekonomi global yang berkepanjangan, platform perdagangan aser kripto tersebut melakukan pemangkasan karyawan sebesar 20% dari jumlah pegawai 227 orang, yakni 45 orang pegawai.
Vice President Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani menyampaikan, sejak berdiri di 2018, Tokocrypto mengalami perkembangan yang sangat signifikan, baik dari sisi pengguna dan trading volume. Tokocrypto juga selalu berkomitmen untuk menjalankan bisnis sesuai regulasi yang berlaku. Selama empat tahun berjalan hingga sekarang, secara operasional Tokocrypto memiliki tren pertumbuhan positif dan mampu mengelola revenue-nya secara mandiri untuk menjalankan berbagai inisiatif bisnis.
Namun melihat analisa dan prediksi yang telah dilakukan oleh manajemen dalam mengantisipasi kondisi pasar kripto dan ekonomi global yang berkepanjangan, maka beberapa langkah baik di eksternal maupun internal harus diambil oleh manajemen, salah satu langkah besarnya adalah melakukan pengurangan karyawan.
“Tokocrypto telah menjadi bagian dari pertumbuhan dan perkembangan ekosistem industri kripto, karena itu harus mampu beradaptasi cepat dengan perubahan. Langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda, T-Hub dan TokoMall. Penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dari 227 karyawan dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis, serta memberikan rekomendasi karyawan kepada perusahaan - perusahaan web3 dan blockchain yang selama ini telah menjadi partner kami," kata Rieka dalam keterangan resminya, Kamis (22/9/2022).
Rieka juga menambahkan, seiring dengan penyesuaian yang dilakukan, Tokocrypto memastikan keseluruhan proses akan dilakukan secara transparan dan tidak akan berimbas pada standar operasional dalam melayani pengguna. Serta akan mematuhi segala peraturan pemerintah yang berlaku.
“Kami menjamin bahwa segala perubahan yang terjadi dalam korporasi, tidak akan berimbas pada standar operasional yang telah ditetapkan untuk melayani seluruh pengguna Tokocrypto. Tokocrypto akan terus berkomitmen untuk tetap optimis membangun industri blockchain yang komprehensif di Indonesia.” jelas Rieka.