Di masa sekarang, autoimun bukan lagi menjadi penyakit yang langka, melainkan sudah banyak menjangkiti banyak sekali masyarakat. Bahkan beberapa kalangan selebritis juga terdeteksi mengidap autoim.
Autoimun merupakan sebuah kondisi kesehatan di mana sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk membedakan antara zat asing dan membahayakan tubuh dengan sel-sel tubuh penderitanya, sehingga menyebabkan masalah kesehatan kronis, bahkan kematian jika menyerang organ yang memiliki peran vital.
Ada sebutan untuk orang-orang yang hidup dengan kondisi autoimunitas ini, yaitu Orang Dengan Auto Imun (ODAI). ODAI merupakan kelompok yang rentan terkena virus, seperti virus COVID-19 karena tubuhnya mengalami gangguan imunologi serta mudah terjadi peradangan atau inflamasi.
Autoimun hingga kini belum dapat disembuhkan, dan menjadi ancaman untuk masyarakat. “Autoimun adalah ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Orang dengan autoimun, produktivitasnya menurun. Hanya mampu beraktivitas 5-6 jam sehari dengan keluhan seperti nyeri sendi, mudah lelah, rambut rontok, sering sariawan, demam yang tidak beraturan, dan sebagainya, sementara penyakit ini belum dapat disembuhkan," terang Marisza Cardoba, pendiri Marisza Cardoba Foundation (MCF) yang juga ODAI, dalam keterangan resminya.
Namin, salah satu Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pengawas Marisza Cardoba Foundation, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD, KHOM, mengatakan, autoimun memang penyakit yang bisa mematikan namun bisa dikendalikan. Dan penyebab autoimun antara lain akibat terpapar bahan-bahan kimia atau yang dianggap tidak natural oleh tubuh”.
Prof Aru menjelaskan sumber bahan-bahan kimia itu antara lain didapat dari makanan yang ada di sekitar, dan menjadi perangsang rusaknya antibodi dalam tubuh.
"Dua generasi lalu, penyakit autoimun sangat langka. Tapi sekarang, jumlahnya meningkat tajam. Kebanyakan generasi muda yang menderitanya,” terang Aru.
LIMA DASAR HIDUP SEHAT ODAI
Autoimun memang belum dapat disembuhkan, namun ODAI tetap dapat meningkatkan kualitas hidup agar dapat beraktivitas secara normal dengan menerapkan lima dasar hidup sehat, sebagai berikut:
1. Menjalani Gaya Hidup Sehat
Baca Juga: Ingin Bepergian dengan Kereta Api? Simak Jenis Kelas yang Tersedia Agar Tidak Salah Pilih!
Caranya, dengan memilih makanan sehat, memeriksa kesehatan secara berkala serta menjaga kebersihan.
2. Aktif Mandiri
Caranya, dengan berolahraga 30 menit setiap hari serta menanam bahan pangan sendiri.
3. Mengendalikan Stress
Caranya, bisa dengan rajin beribadah sesuai kepercayaan masing-masing, melakukan komunikasi positif serta manajemen waktu.
4. Terus Mempelajari Autoimun