TANTRUM - Pancasila hadir sebagai perekat perbedaan. Begitu juga di Kota Bandung dengan penduduk yang beragam latar belakang suku, agama, dan ras yang harus tetap bersatu dalam perbedaan.
Demikian pesan Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila. Yana pun mengajak masyarakat untuk untuk meningkatkan persatuan.
"Karena dalam Pancasila persatuan, sehingga perbedaan menjadi anugerah. Mulai suku, ras atau agama, justru kekuatan Pancasila. Itu harus terus disampaikan ke kaum mileneal," tutur Yana di Hotel Holiday Inn, Bandung, Rabu (1/5/2022).
"Nilai Pancasila yang bisa diimpelmentasikan, salah satunya persatuan. Bagaimana kita bersatu menyelesaikan pandemi Covid-19," tuturnya
Ia pun mencontohkan seperti saat pelaksanaan vaksinasi. Dengan persatuan, proses vaksinasi di Kota Bandung berjalan optimal bahkan cepat.
"Kota Bandung sangat diapresiasi, capaian vaksinnya luar biasa. Memang Kota Bandung terkenal dengan gotong royong," kata Yana.
Soal teknologi hingga revolusi industri dalam Pancasila, Yana mengakui, teknologi tidak bisa dibendung. Maka, masyarakat harus menyikapinya dengan baik.
"Teknologi tidak bisa dibendung. Bagaimana kita menyikapinya, yaitu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Itu bisa dimanfaatkan untuk kepenting pembangunan. Karena kita tidak bisa menghindari kemajuan teknologi," aku Yana.
Agar nilai-nilai Pancasila tetap kokoh di masyarakat, Yana berharap sosialisasi dan edukasi tentang Pancasila harus terus berlangsung.
"Saya pikir terus sosialisasi lewat kegiatan. Soal ketuhanan, memang Kota Bandung, kota agamis harus bisa tersosialisasikan," tuturnya.
Sebelumnya, Yana mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila secara virual yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Lapangan Pancasila, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak masyarakat untuk mengaktualisasikan Pancasila.
"Saya mengajak anak bangsa di manapun berada untuk sama-sama mengaktualisasikan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara," ujarnya.