TANTRUM - Seluruh aksi konvergensi stunting atau gagal tumbuh pada anak diklaim telah dilaksanakan seluruhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Aksi tersebut berkenaan dengan pengukuran dan publikasi stunting. Sebagai salah satu rangkaian penting dalam percepatan penurunan angka stunting yang tidak boleh terlewatkan.
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, aksi konvergensi stunting tersebut dilakukan dengan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor.
"Pada tahun 2021 Kota Bandung telah melaksanakan 8 (delapan) aksi integrasi yang saling menguatkan satu sama lain dengan mengedepankan kolaborasi dan koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan melalui sinkronisasi," jelas Yana dicuplik dari bandung.go.id ditulis, Rabu, 6 Juli 2022.
Yana mengatakan, Pemkot Bandung terus berkomitmen memperluas cakupan lokus stunting.
Yana mengajak semua stakeholder untuk bersama-sama berkomitmen dalam menurunkan angka stunting.
"Kami memperluas cakupan kelurahan lokus stunting yang awalnya 15 kelurahan pada tahun 2020 menjadi 30 kelurahan pada tahun 2022," kata Yana.
Selain itu, Pemkot bandung telah menjadikan pencegahan dan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
"Sesuai dengan misi satu sasaran dua yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sebagai mana telah tertuang dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023," ujar Yana.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana menyebut, sebagai bentuk komitmen menurunkan angka stunting, pihaknya telah menjalankan berbagai program yang dirangkum dalam Bandung Tanginas.
"Bandung Tanginas merupakan inisiasi PKk untuk menciptakan keluarga tanggap stunting dengan pangan aman dan sehat, dimana dalam perkembangannya, bandung tanginas ini merupakan wadah dari berbagai inovasi," ujar Yunimar.
Berikut 7 siasat Pemkot Bandung dalam upaya penurunan stunting :
1. Aplikasi Bandung Tanginas
2. Beas Bereum atau bekal anak sekolah bergizi enak dan murah
3. Rembulan atau remaja bandung unggul tanpa anemia