Penerapan Ekonomi Sirkular Memberikan Banyak Keuntungan Bagi Sektor Industri

Tantrum

Kamis, 14 Juli 2022 | 12:18 WIB
Penerapan Ekonomi Sirkular Memberikan Banyak Keuntungan Bagi Sektor Industri
KSP

TANTRUM - Sektor industri  diharapkan melakukan transformasi ekonomi hijau dengan menerapkan konsep ekonomi sirkular.

"Ekonomi sirkular menjadi jawaban dunia industri untuk Green Economy, Sustainable Development Goal, dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Agung Krisdiyanto  di Jakarta, Kamis, 14 Juli 2022.

Agung melakukan verifikasi lapangan terkait penerapan ekonomi sirkular pada sektor industri manufaktur di PT Fajar Surya Wisesa, Cikarang, Jawa Barat, Kamis.

Ekonomi sirkular merupakan model industri baru yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah.

Konsep itu bukan hanya fokus pada pengolahan limbah, namun juga menggunakan proses produksi dimana bahan baku dapat digunakan berulang-ulang, sehingga terjadi pemanfaatan besar terutama untuk sumber daya alam.

Indonesia telah mengadopsi ekonomi sirkular ke dalam visi dan strategi pembangunan, khususnya pada lima sektor industri, yakni makanan dan minuman, konstruksi, elektronik, tekstil, dan plastik. Dalam implementasinya, Pemerintah memasukkan ekonomi sirkular sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam RPJMN 2020-2024.

Agung mengungkapkan, penerapan ekonomi sirkular memberikan banyak keuntungan bagi sektor industri, seperti efisiensi bahan baku, peningkatan produksi barang yang dapat didaur ulang, pencegahan pembuahan sampah ilegal dan emisi, serta penciptaan lapangan kerja baru.

Hasil studi Bappenas pada 2021, implementasi konsep ekonomi sirkular dapat menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru dan berpotensi menambah PDB hingga Rp642 triliun pada 2030.

"Jadi, sudah saatnya sektor industri kita mengubah konsep ekonomi linear menjadi sirkular," jelasnya.

baca juga

Direktur PT Fajar Surya Wisesa Yustinus Kusumah mengakui penerapan ekonomi sirkular di sektor industri, khususnya manufaktur, sudah menjadi keharusan agar tetap menjadi yang terdepan dalam menghadapi persaingan. Konsumen saat ini tidak hanya melihat kualitas produk, namun juga memperhatikan aspek lingkungan, tambahnya.

"Untuk itu, kami terus mengoptimalkan industri yang dalam proses produksinya memprioritaskan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan," ujar Yustinus.

PT Fajar Surya Wisesa merupakan industri manufaktur yang memproduksi kertas kemasan dengan menggunakan bahan baku kertas daur ulang. Selain memasok ke perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, 30 persen hasil produksinya juga di ekspor ke sejumlah negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PT Barata Indonesia Ekspor Perdana Produk Peredam Kereta Api ke Amerika Serikat

PT Barata Indonesia Ekspor Perdana Produk Peredam Kereta Api ke Amerika Serikat

Tantrum | Selasa, 12 Juli 2022 | 20:17 WIB

Minyak Makan Merah sebagai Alternatif Pencegahan Stunting

Minyak Makan Merah sebagai Alternatif Pencegahan Stunting

Tantrum | Kamis, 07 Juli 2022 | 14:17 WIB

Perhutani Moderenkan Pabrik Kayu Putih di Jatim

Perhutani Moderenkan Pabrik Kayu Putih di Jatim

Tantrum | Kamis, 07 Juli 2022 | 08:03 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×