TANTRUM - Warganet di jagat sosial media ramai-ramai memberikan tanggapan menyusul pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin soal penghuni surga nanti.
Ma'ruf Amin menyebut bahwa berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang menyatakan 'La ilaha illallah' akan masuk surga, maka penduduk Indonesia lah yang dapat menjadi penghuni surga terbanyak.
Dicuplik dari Beritahits.id pada Rabu, 3 Agustus 2022, sejumlah warganet memberikan ragam julukan kepada sang Wapres sekaligus ulama besar di Indonesia tersebut.
Pernyataan Ma'ruf Amin soal masuk surga tersebut sempat jadi trending topik Twitter pada Selasa, (2/8/2022) pagi.
Salah satu warganet di akun Twitter dengan nama pengguna @qiy*** merespon pertanyaan kepada sang Wapres tersebut.
"Beliau ini panitia Hari Kiamat," cuit akun tersebut.
Warganet menilai bahwa Ma'ruf Amin juga merupakan sosok pemimpin yang 'cepu' karena telah membocorkan sebuah rahasia besar soal penghuni terbanyak di surga nanti.
"Dapat bocoran dari Tuhan ya, makasih pak saya jadi nggak pusing lagi masuk surga apa neraka," ungkap warganet lain.
Seperti diketahui, dalam bahasa gaul, cepu artinya tukang mengadu yang gemar membocorkan rahasia orang lain.
Baca Juga: 5 Fakta Tewasnya Tri Fajar Firmansyah, Juru Parkir Korban Rusuh Antarsuporter
Warganet lainnya tak kalah menarik memberikan julukan kepada Ma'ruf Amin, bahwa selain jadi wakil Presiden Jokowi, ia juga menjabat sebagai hakim surga.
Pengertian hakim sendiri pada umumnya untuk memeriksa, memutus, dan menyelesaikan perkara pidana dan perkara perdata di tingkat pertama.
Selain hakim surga, warganet juga menyebut Wakil Presiden ini sebagai orang yang cukup berpengaruh di sana (surga). Warganet optimis kelak akan masuk surga lewat orang dalam tersebut.
"Alhamdulillah enggak sia-sia kita punya orang dalam. Makasih pak informasinya," cuit publik.
Ma'ruf berujar, tentu ada proses yang harus dilalui bangsa Indonesia untuk menjadi penghuni surga. Ia juga berharap orang-orang yang menerima siksaan di akhirat nanti jumlahnya bisa sedikit.
"Ada yang pakai proses, proses pemanggangan, mudah-mudahan saja yang mengalami proses pemanggangan itu sedikit, jangan banyak-banyak. Apalagi kata ulama, tidak ada dosa kecil kalau dilakukan terus-menerus, tidak ada dosa besar kalau dilakukan istigfar," kata Ma'ruf.