TANTRUM - Siapa yang tidak mengenal Bear Grylls? Pria dengan penuh skill di alam bebas ternyata memutuskan berhenti menjadi seorang pelaku vegan.
Kini Bear Grylls lebih memilih mengonsumsi makanan dalam kondisi mentah. Apa pemicu Bear Grylls berhenti menjadi vegan?
Mengutip Ladbible (23/7), Bear Grylls pernah menjalani diet vegan selama beberapa tahun. Hingga akhirnya Grylls terinfeksi Covid-19 yang mengubah pola dietnya begitu drastis.
Grylls memutuskan untuk menjalani diet karnivora setelah sembuh dari Covid-19 dan berhenti untuk mengonsumsi sayuran dan makanan nabati lainnya.
Ia sempat melakukan penelitian saat terjangkit covid-19 dan menemukan bahwa sayuran ternyata tak cukup sehat.
"Saat aku terjangkit Covid-19 beberapa tahun lalu, aku berpikir bahwa makanan sehat seperti jus, satuan dan kacang-kacangan baik untuk tubuh. Sampai akhirnya aku melakukan penelitian dan menemukan bahwa sayuran tak cukup baik untuk tubuh," ungkap Grylls dicuplik dari Detik Food, Jumat, 5 Agustus 2022.
Saat ini pria yang bekerja sebagai seorang pembawa acara ini lebih memilih untuk mengonsumsi protein dan lemak hewani.
Ia mengatakan setelah rutin mengonsumsi steak dan hati hewan dirinya merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Grylls bahkan mengatakan ia seringkali mengonsumsi daging dan organ hewan mentah hingga meminum darahnya. Bagian hati dan pembuluh darah kerbau menjadi menu diet karnivora favoritnya.
Baca Juga: Cara Membuat Kolase Foto, Lengkap dan Mudah
"Aku tidak terlalu ketat, sebenarnya. Aku hanya mengubah pemikiranku untuk berpikir bahwa menjauh dari sayuran adalah kebaikan dan berpikir bahwa evolusi selama jutaan tahun membuat tubuh kita didesain untuk mengonsumsi daging dan sisi serta telur. Aku kini lebih merasa senang menikmati makanan," kata Grylls.
Grylls bahkan pernah menunjukkan secara langsung perubahaan dietnya ini pada acara televisi yang dibawakan.
Grylls di depan kamera menyantap ikan dan daging mentah secara langsung tanpa memasaknya terlebih dahulu.
Menurut Grylls dirinya mungkin saja mengonsumsi makanan yang dimasak, tetapi ketika menjelajah alam ia akan lebih memilih menyantap makanan mentah.
"Makanan adalah suatu kepuasan dan bisa dimasak dengan begitu indah. Aku lebih memilih menikmatinya secara mentah, tetapi tetap suka juga kalau dimatangkan," lanjut Grylls.