Cacar Monyet di IndonesiaTidak Terdeteksi

Tantrum

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 07:07 WIB
Cacar Monyet di IndonesiaTidak Terdeteksi
Monkey Pox atau Cacar Monyet (suara.com)

"Kita sudah melakukan kewaspadaan dalam negeri sejak awal di pintu-pintu masuk negara kita," kata Syahril.

Mengantisipasi kemungkinan adanya kasus positif cacar monyet, pemerintah juga mengklaim telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di berbagai rumah sakit, termasuk ruangan isolasi.

"Ruangan yang disediakan adalah ruangan isolasi biasa. Bukan ruang isolasi yang bertekanan negatif.

"Dan ini bisa dilakukan oleh seluruh rumah sakit, karena rumah sakit harus memiliki ruang isolasi," kata Syahril kepada CNBC.

BBC News Indonesia telah menghubungi Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Bambang Wibowo, namun sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan.

Di Semarang, RSUP Kariadi telah menyiapkan 30 tim dokter dan 100 tempat tidur untuk antisipasi wabah cacar monyet.

Selain mempersiapkan tim dokter, RSUP Kariadi juga sudah menyiagakan ruang isolasi untuk persiapan karantina pasien cacar monyet.

"Saat ini kita sudah mulai menata ruang isolasi juga," kata Koordinator humas RSUP Dr Kariadi Semarang, Vivi Vira kepada Kompas (04/08).

Bagaimanapun, menurut dokter ahli penyakit dalam, Zubairi Djoerban, pekerjaan rumah yang juga harus dilakukan pemerintah saat ini adalah mengedukasi masyarakat tentang tanda gejala hingga penularannya.

baca juga

"Gejalanya, pada prinsipnya, kelainan kulit mirip banget dengan cacar, yaitu bintik-bintik yang ada airnya.

"Bedanya, pada cacar monyet disertai pembesaran getah bening di leher, lipat paha atau di ketiak," ungkap Zubairi.

Juru bicara Kemenkes, Muhammad Syahril, mengatakan, gejala yang khas pada penderita cacar monyet, yaitu demam tinggi di atas 38C, serta sakit kepala yang berat.

IDI dalam rekomendasinya juga menekankan agar pengenalan tentang gejala, aspek penularan, serta langkah pencegahan cacar monyet itu disosialisasikan kepada masyarakat.

Seseorang bisa tertular cacar monyet, pertama, ada "kontak erat, karena kelainan di kulit itu bisa mengandung virus".

Kedua, penularan itu bisa melalui droplet melalui batuk, pilek dan bersin, kata Zubairi.

"Yang berikutnya, melalui hubungan seksual, apakah hubungan seksual laki-perempuan, atau lelaki sama lelaki," jelasnya.

Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet, anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae, berdasarkan keterangan WHO.

Cacar monyet adalah penyakit zoonosis (dapat ditularkan hewan ke manusia) yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika tengah dan wilayah barat, serta kadang-kadang dibawa ke daerah lain.

Ada dua jenis virus utama, yang berasal dari Afrika barat dan Afrika tengah.

Dua kasus pasien yang terinfeksi di Inggris sebelumnya melakukan perjalanan dari Nigeria. Jadi, kemungkinan mereka terinfeksi jenis virus Afrika Barat, yang umumnya ringan, walaupun ini belum terkonfirmasi.

Kemudian, kasus ketiga terjadi pada petugas kesehatan yang tertular virus dari salah satu pasien.

Empat kasus terbaru - tiga di London dan satu di timur laut Inggris - tidak memiliki kaitan satu sama yang lain ataupun riwayat perjalanan apapun. Tampaknya, mereka terinfeksi saat berada di Inggris.

UKHSA mengatakan, siapa pun yang khawatir bahwa mereka pernah berinteraksi atau memiliki gejala, harus segera menemui petugas kesehatan.

Sebagian besar kasus cacar monyet masuk dalam kategori ringan, terkadang menyerupai cacar air, dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Namun, cacar monyet terkadang bisa lebih parah, dan telah dilaporkan menyebabkan kematian di Afrika barat.

Virus ini pertama kali diidentifikasi pada monyet yang hidup penangkaran. Sejak tahun 1970 telah terjadi wabah sporadis yang dilaporkan terjadi di 10 negara Afrika.

Pada tahun 2003, penyakit ini menginfeksi pasien di Amerika Serikat, untuk pertama kalinya terlihat di luar Afrika.

Para pasien di AS tertular penyakit ini dari kontak dekat dengan anjing padang rumput yang telah terinfeksi oleh berbagai mamalia kecil yang diimpor ke negara itu.

Sebanyak 81 kasus dilaporkan, tetapi tidak ada yang mengakibatkan kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lagu Cover dan Original Harus Sama-Sama Dihargai untuk Ekosistem Musik yang Lebih Supportif

Lagu Cover dan Original Harus Sama-Sama Dihargai untuk Ekosistem Musik yang Lebih Supportif

Entertainment | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 03:05 WIB

4 Pemain Timnas Indonesia U-16 yang Layak Dijajal Shin Tae-yong untuk Piala Dunia U-20 2023

4 Pemain Timnas Indonesia U-16 yang Layak Dijajal Shin Tae-yong untuk Piala Dunia U-20 2023

Bola | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 03:00 WIB

6 Atlet Pacaran dengan Artis, Ghea Youbi Selalu Nonton saat Gian Zola Bertanding

6 Atlet Pacaran dengan Artis, Ghea Youbi Selalu Nonton saat Gian Zola Bertanding

Entertainment | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 01:00 WIB

Terkini

Jateng Bergerak Tekan 'Fatherless', Ayah Diminta Antar Anak dan Ambil Rapor

Jateng Bergerak Tekan 'Fatherless', Ayah Diminta Antar Anak dan Ambil Rapor

Jawa Tengah | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:25 WIB

Murat Yakin Puji Peran Pemain Pengganti usai Swiss Hajar Bosnia 4-1

Murat Yakin Puji Peran Pemain Pengganti usai Swiss Hajar Bosnia 4-1

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:22 WIB

Marc Cucurella ke Real Madrid: Dulu Tak Mau Tinggalkan Chelsea, Sekarang Berubah

Marc Cucurella ke Real Madrid: Dulu Tak Mau Tinggalkan Chelsea, Sekarang Berubah

Bola | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:21 WIB

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Tren Pasang Bi-LED di Vario 125 Makin Ramai, Pakar Kelistrikan Jogja Wanti-wanti Hal Ini

Tren Pasang Bi-LED di Vario 125 Makin Ramai, Pakar Kelistrikan Jogja Wanti-wanti Hal Ini

Otomotif | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:14 WIB

5 Lipstik Wardah Paling Tahan Lama, Awet 12 Jam Tanpa Touch Up

5 Lipstik Wardah Paling Tahan Lama, Awet 12 Jam Tanpa Touch Up

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:10 WIB

Apa Itu SPL dalam Parfum? Ini Panduan Lengkapnya Sebelum Membeli Wewangian

Apa Itu SPL dalam Parfum? Ini Panduan Lengkapnya Sebelum Membeli Wewangian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:10 WIB

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB