facebook

Lagu Cover dan Original Harus Sama-Sama Dihargai untuk Ekosistem Musik yang Lebih Supportif

Ferry Noviandi
Lagu Cover dan Original Harus Sama-Sama Dihargai untuk Ekosistem Musik yang Lebih Supportif
Aviwkila [Instagram]

Cover Clearance adalah platform dengan semangat untuk menciptakan ekosistem bagi para produser musik cover dan label untuk hidup dalam ekosistem industri yang positif.

Suara.com - Tingginya penggunaan media sosial telah melahirkan artis-artis baru, yang umumnya muncul sebagai penyanyi cover. Namun kemunculan artis cover kadang dianggap negatif, bahkan dari kalangan musisi sendiri.

Meski saat ini peraturan soal mengcover lagu lebih tegas, namun sayangnya seakan masih ada sekat, perbedaan, atau kesenjangan antara penyanyi cover dan original.

Aviwkila [Instagram]
Aviwkila [Instagram]

Duo Aviwkila yang beranggotakan Uki dan Ajeng punya pandangan sendiri mengenai musisi cover. Aviwkila yang muncul sejak 2016 sebagai musisi cover dan telah menelurkan karya original sendiri, punya pandangan terkait stigma lagu cover dan original.

"Sebenarnya kalau pencipta lagu dan musisi cover sama-sama memahami tentang legalitas konten maupun hak-hak lainnya, harusnya kita semua bisa membangun ekosistem musik yang lebih suportif kok," kata Uki dan Ajeng pada acara Cakap-Cakap yang diinisiasi oleh tim Cover Clearance by Sosialoka.

Baca Juga: Takut Lupa Cara Manggung, BIP Akhirnya Ikut Konser Kolaboraci

Hal senada juga disampaikan Mario G Klau, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu hits. Menurut Mario yang merupakan pencipta lagu "Tak Ingin Usai" (Keisya Levronka) dan "Pesan Terakkhir" (Lyodra Ginting), musisi cover dan pencipta lagu bisa saling mendukung.

Mario G Klaw [Instagram]
Mario G Klaw [Instagram]

"Sebagai pencipta lagu dan juga musisi cover, aku senang saat musisi juga mendukung karya yang kami produksi di platform maupun media sosial. Kita bisa saling support juga lewat situ," ujar Mario.

Cover Clearance by Sosialoka adalah platform dengan semangat untuk menciptakan ekosistem bagi para produser musik cover dan label untuk hidup dalam ekosistem industri yang kreatif dan suportif.

Miftah Faridh Oktofani, CEO Sosialoka Indonesia sekaligus yang menginisiasi platform Cover Clearance sendiri memiliki misi besar untuk membuat setiap pihak yang terlibat baik dari sisi pencipta lagu, label maupun musisi cover sama-sama mendapatkan keuntungan optimal dari setiap karya.

Baca Juga: Boyband K-Pop Astro akan Tampil di Birukan Langit Indonesia Festival 2022

Komentar