Fakta-Fakta di Balik Kontroversi Pelabelan Plastik BPA pada Galon Isi Ulang

Tantrum

Senin, 08 Agustus 2022 | 16:03 WIB
Fakta-Fakta di Balik Kontroversi Pelabelan Plastik BPA pada Galon Isi Ulang
Ilustrasi. Galon isi ulang. (TANTRUM)

TANTRUM - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengatur pelabelan terhadap galon polycarbonate (PC) atau galon isi ulang yang beresiko menandung bahan kimia berbahaya Bisphenol-A (BPA). Senyawa ini disingalir ada pada bahan yang dipakai untuk membuat galon isi ulang.

Namun, rencana regulasi BPOM dibanjiri opini dari segelintir pendukung industri plastik BPA di Indonesia yang menutup mata melihat fakta bahaya BPA terhadap kesehatan.

Banyak literatur dan penelitian yang telah menyatakan bahwa plastik BPA terbukti tidak aman, Banyak negara telah melarang penggunaannya. Bahkan, dari banyak negara di dunia, kini, hanya tersisa di dua negara berkembang yang masih memperbolehkan, yaitu Indonesia dan Vietnam.

Perancis, negara di mana Danone Aqua menginduk, adalah negara yang mengawali kampanye kesehatan BPA Free. Pun, pada tahun 2011, Indonesia mengadopsi kecenderungan dunia dengan memutuskan dilarangnya BPA pada kemasan bayi. Seiring itu tak terbantah semua merek air kemasan botol di Indonesia berbondong-bondong menggunakan plastik PET yang bebas BPA.

Namun, ironisnya, di balik semua fakta ini, masih ada saja hembusan kritik terhadap plastik PET, yang keamanannya telah diakui oleh seluruh dunia

Bicara data, keunggulan plastik PET, bahkan didukung riset yang menegaskan botol plastik PET aman digunakan. Kesimpulan ini dipublikasikan Council of Scientific and Industrial Research-Central Food Technological Research Institute (CSIR-CFTRI), Mysore, India. 

Analisis CSIR-CFTRI menyimpulkan bahwa dipapar temperatur tinggi pun plastik PET tidak menyebabkan migrasi di dalam kemasan, semuanya masih di bawah batas deteksi (below detection limit). Batas ini juga masih di bawah regulasi Uni Eropa (UE) tentang “batas migrasi spesifik”, yang merupakan jumlah maksimum senyawa yang bisa bermigrasi dari kemasan ke dalam minuman di dalamnya.

Hasil riset ini mengonfirmasi bahwa tidak ada pelepasan senyawa antimon dalam kemasan botol plastik PET, yang kerap digadang-gadang sebagai bahaya PET. Selain itu, juga tidak ditemukan adanya endokrin disruptor (bahan kimia yang dapat mengganggu endokrin atau sistem hormon tubuh, seperti yang terkandung dalam plastik BPA) dalam penggunaan botol plastik PET.

Secara keseluruhan, hasil riset ini menyimpulkan tidak ada senyawa kimia pada botol plastik PET yang melanggar batasan regulasi Uni Eropa.

baca juga

“PET adalah plastik yang istimewa dan merupakan kemasan yang digunakan secara universal untuk makanan, farmasi, air, minyak sayur, perawatan tubuh, dan banyak lagi,” kata Dr. Shekhar C. Mande, Direktur Jenderal CSIR, pejabat tinggi di Department of Scientific and Industrial Research,  Kementerian Sains dan Teknologi, India.

 “Proyek riset ini tidak hanya meneliti aspek leaching (ekstraksi senyawa), tapi juga meneliti komposisi kimia plastik PET, dan lebih jauh lagi menyelidiki potensi ada atau tidaknya endokrin disruptor. Temuan ini tentu jauh lebih relevan daripada sekadar pengujian standar.” Pernyataannya ini memperkuat laporan analisis CSIR tentang botol plastik PET yang terbukti tidak menimbulkan aktivitas endokrin disruptor.

Jadi, kenapa plastik PET lebih aman daripada plastik BPA? Simak penjelasan dari beberapa lembaga yang terkenal dalam pengawasan kemasan pangan dan minuman seperti U.S. Food and Drug Administration (FDA), Health Canada, the European Food Safety Authority. “

PET merupakan senyawa yang dibuat dengan menggabungkan ethylene glycol dan terephthalic acid di bawah tekanan temperatur tinggi dan vacuum rendah untuk menghasilkan rantai polymer. Hasil akhirnya yang berupa polyester polymer dikenal sangat stabil, liat dan kuat.

PET sanggup menolak rangkaian reaksi kimiawi atau biologis dengan unsur lainnya. Kualitas non-reaktif inilah yang menjadi inti dari keamanan PET.” Jadi, pada sisi ini terlihat jelas keunggulan plastik PET, yaitu kualitas keamanan.

Bila mengacu pada badan regulasi atau BPOM banyak negara di dunia dan juga termasuk Amerika yaitu U.S. Food and Drug Administration (FDA), plastik PET sudah disepakati aman digunakan untuk kemasan makanan dan minuman. Selama lebih dari 30 tahun, plastik PET lazim digunakan untuk beragam jenis makanan, dari kemasan selai kacang, minuman ringan, jus sampai bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.

Secara kasat mata bisa dilihat di mana-mana, sangat besar jumlah air minum dalam kemasan yang disimpan dalam kemasan plastik, termasuk yang terbuat dari bahan PET, polikarbonat plastik keras dan polyethylene. Sebagian besar kemasan sekali pakai, termasuk kemasan galon atau botol, diproduksi dari plastik PET yang seratus persen nantinya bisa dengan mudah didaur ulang.

Semua itu harus melalui proses yang meliputi dua aspek penting: yaitu memastikan kecilnya peluang terjadi pelepasan kimia dari kemasan plastik dengan air yang disimpan di dalamnya, dan memastikan apabila sampai terjadi pelepasan senyawa kimia dari plastik kemasan maka dipastikan tidak akan membahayakan kesehatan manusia.

Dengan semua penjelasan dan data pendukung positif terhadap keamanan plastik PET, maka bisa dikatakan kemasan plastik PET lebih aman untuk kesehatan manusia. Alasan keamanan yang didukung pembuktian hasil riset prestisius dan lolos aturan badan regulasi  global inilah yang menjelaskan kenapa plastik PET digunakan secara masif di seluruh dunia, utamanya untuk kemasan makanan dan minuman dalam kemasan dan keperluan lainnya, seperti untuk kebutuhan farmasi dan medis.

Fakta-fakta ini selayaknya dikedepankan, pasti lebih penting kesehatan warga dunia, ketimbang mempromosikan informasi BPA alih-alih mengakomodir kepentingan dagang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakar Minta BPOM Lebih Serius Awasi Peredaran Zat Pangan Berbahaya

Pakar Minta BPOM Lebih Serius Awasi Peredaran Zat Pangan Berbahaya

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:02 WIB

Kosmetik dari China dan Taiwan tanpa Izin Edar Masih Marak di Batam

Kosmetik dari China dan Taiwan tanpa Izin Edar Masih Marak di Batam

Batam | Kamis, 04 Agustus 2022 | 20:00 WIB

Sempat Dijual, BPOM Pastikan Es Krim Haagen-Dazs Tak Beredar Lagi di Batam

Sempat Dijual, BPOM Pastikan Es Krim Haagen-Dazs Tak Beredar Lagi di Batam

Batam | Kamis, 04 Agustus 2022 | 16:30 WIB

Terkini

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

×