TANTRUM - Prediabetes atau beberapa orang juga menyebutnya pradiabetes adalah peningkatan kadar gula darah dari kadar normal tapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes.
Namun, tanpa penanganan medis, prediabetes berpotensi berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam kurang dari 10 tahun.
Menurut dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD dicuplik dari laman Hallo Sehat, Rabu, 24 Agustus 2022, normalnya kadar gula darah puasa pada orang sehat yaitu kurang dari 100 mg/dL.
"Orang dengan prediabetes memiliki kadar gula darah puasa (GDP) di antara 100-125 mg/dL (5,6-7,0 mmol/L)," ujar Jimmy.
Sementara itu, seseorang dikatakan memiliki diabetes apabila kadar gula darah puasanya mencapai 126 mg/dL (7.0 mmol/L) atau lebih.
Kondisi prediabetes bisa jadi menandakan menurunnya fungsi pankreas untuk menghasilkan hormon insulin, terutama setelah makan. Selain itu, tubuh mulai kesulitan atau tak lagi peka untuk merespons keberadaan insulin.
Meskipun ditandai dengan kadar gula yang tinggi dan kemungkinan adanya gangguan insulin, prediabetes masih bisa diobati agar tidak menjadi diabetes melitus.
"Dapat dikatakan jika kondisi ini adalah peringatan terhadap munculnya penyakit diabetes," ucap Jimmy.
Prediabetes tergolong umum. Kasus kejadiannya paling banyak ditemukan pada pasien dewasa, terutama yang berusia 40 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan siapa pun dapat memiliki kondisi ini.
Baca Juga: Curhat Ojol Sering Diusir Satpam Gedung, Ternyata Penumpang Masih di Lantai 29!
Anda yang memiliki faktor risiko mengalami diabetes melitus, seperti kelebihan berat badan, tidak aktif bergerak, dan memiliki keturunan diabetes lebih berisiko.
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada tanda-tanda dan gejala yang kentara. Kebanyakan orang yang memiliki kondisi ini bahkan tidak mengalami keluhan kesehatan sama sekali.
"Banyak orang yang mengalami prediabetes kulitnya menggelap, biasanya di bagian leher, ketiak, siku, lutut dan buku-buku jari," jelas Jimmy.
Dampak lain dari kondisi ini, yaitu berisiko merusak jantung dan sistem peredaran darah bahkan jauh sebelum akhirnya mengalami diabetes tipe 2.
Jika prediabetes telah berkembang menjadi diabetes, beberapa gejala berikut bisa muncul.
- Lebih cepat haus