Jika Pandemi Mereda, Potensi Kebakaran Bisa Meningkat

Tantrum Suara.Com
Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:59 WIB
Jika Pandemi Mereda, Potensi Kebakaran Bisa Meningkat
Mas Yusuf Hidayat, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung (Humas Bandung)

TANTRUM - Akhir-akhir ini kebakaran marak terjadi di Kota Bandung. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai cuaca yang panas hingga masyarakat banyak yang keluar rumah, sehingga api tak terkontrol.

Untuk itu diperlukan pengetahuan dasar berupa langkah-langkah praktis mencegah kebakaran kebakaran secara dini. Pertama, sediakan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau menggunakan handuk, karung, atau selimut basah.

Untuk para pemilik gedung juga harus melakukan proteksi gedung. Sprinkler dan hidran pun harus tersedia.

Mas Yusuf Hidayat, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, mengimbau agar kunci portal disimpan di pos terdekat. Jangan sampai disimpan di seseorang yang jauh dari portal.

"Karena pernah terjadi kebakaran di suatu lingkungan, kita sulit mengaksesnya karena portal digembok dan yang memegang kunci jauh dari akses portal," lanjut Yusuf, di Bandung, Rabu (24/8/2022).

Tinggi gapura pun perlu diperhatikan. Minimal tingginya 4 meter agar mobil damkar bisa masuk.

"Jangan parkir depan hidran juga karena ini bisa menghambat proses pemadaman," imbaunya.

Ia memaparkan, dalam kurun waktu Januari-Agustus 2022, terdapat kebakaran mencapai 116 kejadian, menurut data Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung.

"Kejadian ini harus menjadi bahan untuk Diskar PB menjaga kesiapsiagaan," ujar Yusuf.

Baca Juga: Rumah Ustaz Yusuf Mansur Digeruduk Investor, Korban Siap Dilaknat jika Berbohong

Tahun 2018, kasus kebakaran di Kota Bandung mencapai 195 kejadian. Lalu pada tahun 2019 naik menjadi 272 kejadian. Kemudian pada tahun 2020 terdapat 195 kejadian. Setelahnya, tahun 2021 menurun jadi 182 kejadian.

"Mungkin semasa pandemi, masyarakat jadi jarang keluar rumah. Sehingga potensi kebakaran masih bisa terkendali dengan baik," ucapnya.

"Tapi, kita tetap harus terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran," imbuhnya.

Belum lagi cuaca yang sudah mulai panas. Ia mengimbau, masyarakat tidak membakar sampah sembarangan karena bisa memicu kebakaran yang lebih besar.

"Terjadi kebakaran banyaknya di pemukiman bangunan semi permanen. Karena penyebab kebakaran juga bervariatif, pembakaran sampah, korsleting, gas bocor, atau puntung rokok. Tapi, inti dari semua itu adalah kelalaian manusia," paparnya.

Ia berharap, kejadian kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Tetap harus ada kesiapsiagaan, sehingga perlu secara masif memberikan sosialisasi bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI