- penyakit Parkinson,
- HIV,
- sifilis,
- polio,
- kerusakan pada saraf perifer (saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang),
- patah tulang atau terkilir yang tidak segera diobati,
- luka di kaki yang tidak kunjung sembuh, dan
- infeksi dan peradangan pada kaki.
Tak jarang, Charcot foot dapat menimbulkan luka diabetes yang cukup sulit untuk disembuhkan.
Baca Juga: Sore Ini Anies akan Buka Festival Batavia Kota Tua dan Resmikan Revitalisasi Kota Tua
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan perubahan bentuk, cacat kaki, hingga amputasi.
Umumnya, Charcot foot akan menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada kaki, kemerahan, hingga kaki terasa hangat saat disentuh.
The American Orthopaedic Foot & Ankle Society menjabarkan semua gejala tersebut bukan muncul sekaligus, melainkan berkembang secara bertahap.
Tahap 1
Pada tahap awal ini, gejala ditandai dengan munculnya kemerahan dan pembengkakan pada kaki serta pergelangannya.
Setelah itu, area kaki pun mulai terasa panas ketika disentuh. Ini karena adanya pembengkakan jaringan lunak dan patah tulang di bagian dalam kaki.