Apa Itu Kaki Charcot? Dokter Minta agar Mewaspadainya

Tantrum

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 13:47 WIB
Apa Itu Kaki Charcot? Dokter Minta agar Mewaspadainya
Kaki pasien diabetes jadi terlihat melengkung ke bawah atau disebut rocker-bottom foot. (Hello Sehat)

- penyakit Parkinson,

- HIV,

- sifilis,

- polio,

- kerusakan pada saraf perifer (saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang),

- patah tulang atau terkilir yang tidak segera diobati,

- luka di kaki yang tidak kunjung sembuh, dan

- infeksi dan peradangan pada kaki.

Tak jarang, Charcot foot dapat menimbulkan luka diabetes yang cukup sulit untuk disembuhkan.

baca juga

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan perubahan bentuk, cacat kaki, hingga amputasi.

Umumnya, Charcot foot akan menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada kaki, kemerahan, hingga kaki terasa hangat saat disentuh.

The American Orthopaedic Foot & Ankle Society menjabarkan semua gejala tersebut bukan muncul sekaligus, melainkan berkembang secara bertahap.

Tahap 1

Pada tahap awal ini, gejala ditandai dengan munculnya kemerahan dan pembengkakan pada kaki serta pergelangannya.

Setelah itu, area kaki pun mulai terasa panas ketika disentuh. Ini karena adanya pembengkakan jaringan lunak dan patah tulang di bagian dalam kaki.

Selanjutnya, timbul tonjolan tulang di bagian bawah kaki sehingga membuatnya tampak datar. Jika tidak segera diobati, proses ini bisa terus bertahan dalam waktu yang lama.

Tahap 2

Setelah melewati perubahan yang terjadi di tahap 1, kemudian tubuh melanjutkannya dengan memulihkan sendiri jaringan kaki yang rusak.

Kerusakan sendi dan tulang mulai membaik, yang akhirnya membuat pembengkakan, kemerahan, dan sensasi hangat tidak lagi berkembang.

Tahap 3

Di tahap ini sebenarnya sudah tidak terjadi lagi perkembangan yang cukup signifikan pada kaki.

Namun sayangnya, kondisi kaki tetap tidak bisa kembali ke bentuk semula. Akhirnya, bentuk kaki tampak tidak normal.

Bagaimana cara mengobati kondisi ini? Tujuan dari pengobatan untuk kondisi kaki Charcot adalah untuk meredakan pembengkakan dan sensasi panas, sekaligus menjaga agar bentuk kaki tidak semakin berubah.

Sebisa mungkin, sebaiknya hindari memberikan tekanan berlebihan pada kaki guna menghindari kerusakan yang lebih parah.

Anda bisa melakukan beberapa perawatan berikut ini untuk membantu menghentikan perkembangan Charcot foot.

- Memakai sepatu boot khusus maupun pelindung lainnya pada kaki.

- Mengurangi tekanan yang terlalu berat pada kaki, seperti menggunakan kursi roda, tongkat kruk, atau skuter.

- Menggunakan ortotik kaki.

- Menggunakan gips yang dipasang pada kaki.

Meskipun sudah melakukan perawatan sedemikian rupa untuk menjaga kaki, jangan lupa untuk tetap rutin memeriksakan kondisi Anda ke dokter.

Pada kasus yang sudah tergolong parah, pembedahan mungkin menjadi jalan tempuh terbaik yang disarankan dokter.

Operasi semakin dibutuhkan ketika pengobatan yang telah dilakukan sebelumnya tidak menunjukkan hasil yang positif.

Setelah dinyatakan sembuh, Anda biasanya masih harus menggunakan sepatu terapeutik atau sepatu diabetes untuk mencegah kemungkinan kambuhnya kaki Charcot di kemudian hari.

Sepatu ini memang dikhususkan bagi Anda yang mengalami cedera ataupun kerusakan saraf pada kaki.

Jika Anda menderita diabetes untuk waktu yang lama atau memiliki kerusakan saraf di kaki, Anda berisiko lebih tinggi terkena kaki Charcot.

Namun, kabar baiknya adalah ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko ini.

Memeriksa kaki Anda setiap hari dapat membantu Anda menemukan gejala atau perubahan yang tidak biasa pada kaki Anda.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter jika Anda menderita neuropati diabetik.

Berhenti merokok, menjaga kadar gula darah, lemak darah, dan tekanan darah dapat mencegah kaki Charcot berkembang.

Selain itu, penting untuk menghindari jumlah aktivitas fisik sehari-hari yang terlalu berat.

Kaki Charcot bisa sangat sulit untuk ditangani. Anda mungkin perlu menjalani banyak perawatan dan bahkan membutuhkan pengawasan kesehatan ekstra.

Anda juga perlu melakukan kontrol rutin untuk memastikan perkembangan dari perawatan Charcot’s foot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Riwayat Penyakit Diabetes Mellitus, Tepis Rumor Wafatnya Kolonel AL Berkaitan dengan Penemuan Kokain

Ada Riwayat Penyakit Diabetes Mellitus, Tepis Rumor Wafatnya Kolonel AL Berkaitan dengan Penemuan Kokain

Tantrum | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 08:11 WIB

Demi Buktikan Cinta ke Pacar, Remaja Perempuan Rela Suntik Tubuhnya Sendiri dengan Darah Positif HIV

Demi Buktikan Cinta ke Pacar, Remaja Perempuan Rela Suntik Tubuhnya Sendiri dengan Darah Positif HIV

News | Kamis, 25 Agustus 2022 | 19:27 WIB

Menginfeksi Ratusan Mahasiswa Bandung, Ini 3 Mitos HIV yang Masih Dipercaya Masyarakat

Menginfeksi Ratusan Mahasiswa Bandung, Ini 3 Mitos HIV yang Masih Dipercaya Masyarakat

Health | Kamis, 25 Agustus 2022 | 17:45 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×