Namun, pada manusia memang fungsi dari refleks pilomotor sudah tidak begitu bermanfaat. Selain karena rambut pada permukaan kulit manusia cukup tipis, orang-orang pada umumnya sudah tidak perlu lagi segera melarikan diri ketika ada ancaman.
Terkecuali situasi yang mengancam nyawa, biasanya ketakutan yang Anda rasakan tidak mengharuskan Anda untuk merespon secara fisik.
Sementara pada zaman prasejarah dahulu, refleks pilomotor ini sangat berguna ketika setiap hari orang-orang dihadapkan dengan ancaman yang serius seperti serangan binatang buas.
Pada saat-saat tertentu, seseorang bisa tiba-tiba merinding tanpa alasan yang jelas. Mitos yang banyak dipercaya orang menyebutkan bahwa ketika hal ini terjadi, berarti ada kehadiran makhluk lain yang tak bisa dilihat oleh mata di dekat Anda. Pada kenyataannya, ada berbagai alasan mengapa bulu kuduk Anda bisa tiba-tiba berdiri.
Anda bisa tiba-tiba merinding ketika ada perubahan suhu yang cukup signifikan. Perhatikan jika udara di sekitar Anda jadi terasa lebih dingin.
Hal ini bisa dipicu oleh faktor-faktor alamiah seperti perubahan cuaca dan angin yang berembus ke arah Anda, atau bahkan karena menurunnya suhu tubuh Anda sendiri.
Pada kasus lain, refleks pilomotor yang tiba-tiba aktif bisa jadi gejala penyakit tertentu. Jika ada gangguan pada sistem refleks tubuh Anda, Anda bisa tiba-tiba merinding dan mengalami berbagai reaksi fisik lain yang muncul seolah tanpa sebab, misalnya jantung berdebar atau berkeringat.
Gangguan ini dikenal sebagai hiperrefleksia otonom atau disrefleksia otonom. Merinding yang muncul secara tiba-tiba juga bisa menandakan berbagai penyakit seperti influenza, gastroenteritis, dan radang paru-paru.
Perhatikan jika sensasi merinding yang Anda rasakan disertai dengan keringat berlebihan, detak jantung yang terlalu cepat atau lambat, tekanan darah menurun atau meningkat tiba-tiba, serta rasa sakit pada bagian tubuh tertentu.
Baca Juga: Perjalanan Jeth Soetoyo Kenalkan Investasi Aset Crypto Melalui Aplikasi Pintu