Seafood Ini Jadi Bahan Baku Energi, Baterai Ramah Lingkungan dari Cangkang Kepiting dan Lobster

Tantrum | Suara.com

Sabtu, 03 September 2022 | 19:04 WIB
Seafood Ini Jadi Bahan Baku Energi, Baterai Ramah Lingkungan dari Cangkang Kepiting dan Lobster
Sajian sefood kepiting. (昕 沈 from Pixabay)

TANTRUM - Pindah ke solusi hijau berkelanjutan atau ramah lingkungan untuk pembangkit energi yang lebih bersih tidaklah mudah. 

Bahan kimia yang digunakan dalam baterai lithium-ion tradisional membutuhkan waktu ratusan atau ribuan tahun untuk terurai, dan juga berisiko terbakar.

Namun semua bisa dilakukan jika para imuwan menginginkannya. Mereka telah menjawab pertanyaan bisakah kepiting dan lobster membantu membuat baterai lebih berkelanjutan?

Berharap untuk menemukan solusi yang berharga untuk masalah ini, dicuplik dari Nusantara TV,  Sabtu, 3 September 2022, para ilmuwan dari AS telah mengembangkan baterai yang menggunakan produk dari cangkang krustasea untuk menyimpan energi.

Para ilmuwan berpikir bahan kimia yang ditemukan dalam cangkang kepiting dan lobster dapat digunakan untuk membuat baterai lebih berkelanjutan. 

Crustacea seperti kepiting, lobster, dan udang memiliki eksoskeleton yang terbuat dari sel-sel yang mengandung kitin. Kitin adalah sejenis polisakarida yang membuat cangkangnya keras dan tahan.

Setelah proses kimia dan dengan sedikit larutan asam asetat, kitin dapat disintesis menjadi membran gel untuk digunakan sebagai elektrolit baterai.

Cairan elektrolit atau pasta di dalam baterai membantu molekul bermuatan (ion) bergerak di antara dua ujung baterai untuk menyimpan energi. 

"Elektrolit kitosan" ini kemudian dicampur dengan seng untuk menjaga baterai tetap aman dan juga murah.

Pembuat baterai mengatakan 99,7% hemat energi bahkan setelah 1.000 siklus baterai yang menyediakan hingga 400 jam. 

Pada dasarnya, baterai ini dapat diisi dan dikosongkan dengan cepat tanpa membahayakan kinerjanya.

Apa yang membuat baterai ramah lingkungan? Dua pertiga dari baterai ini (yang terbuat dari kitosan) dapat terurai di tanah hanya dalam waktu lima bulan, semua berkat degradasi mikroba.

Makalah yang menguraikan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Matter oleh penulis utama Liangbing Hu dari University of Maryland.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menanti Rilisan Vivo X Fold S, Smartphone Ini Dikabarkan Sudah Kantongi Sertifikasi 3C

Menanti Rilisan Vivo X Fold S, Smartphone Ini Dikabarkan Sudah Kantongi Sertifikasi 3C

| Kamis, 01 September 2022 | 15:09 WIB

Toyota Tanamkan Investasi di Dua Lokasi untuk Pengadaan Baterai Mobil Listrik

Toyota Tanamkan Investasi di Dua Lokasi untuk Pengadaan Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Kamis, 01 September 2022 | 12:11 WIB

Honda dan LG Resmi Umumkan Kerja Sama Buat Pabrik Baterai Mobil Listrik, Segera Dibangun di Amerika Serikat

Honda dan LG Resmi Umumkan Kerja Sama Buat Pabrik Baterai Mobil Listrik, Segera Dibangun di Amerika Serikat

Otomotif | Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:32 WIB

Terkini

Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner

Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:57 WIB

Nova Arianto Bicara Tekanan Juara Bertahan Usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam di AFF U-19 2026

Nova Arianto Bicara Tekanan Juara Bertahan Usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam di AFF U-19 2026

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:57 WIB

Nauelle Patisserie, Keajaiban Rasa Premium yang Lahir dari Dapur Rumahan

Nauelle Patisserie, Keajaiban Rasa Premium yang Lahir dari Dapur Rumahan

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:54 WIB

5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC

5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:54 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK

Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:48 WIB

Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19

Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:46 WIB

Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!

Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:43 WIB